- PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk mencatat penjualan kaveling komersial sebesar Rp866 miliar hingga September 2026.
- Perusahaan mengembangkan fasilitas seperti kawasan bisnis dan jalan tol untuk memperkuat aktivitas ekonomi di wilayah pesisir.
- Presiden Direktur Sugianto Kusuma menyatakan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung akan terus diperkuat untuk meningkatkan nilai perusahaan.
SuaraJakarta.id - Perkembangan kawasan pesisir utara Jakarta dan Tangerang mulai memperlihatkan potensi ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada sektor properti residensial. Pembangunan pusat bisnis, kawasan komersial, hingga fasilitas pariwisata turut mendorong kebutuhan lahan untuk kegiatan usaha di wilayah tersebut.
Potensi tersebut muncul di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang masih terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III 2026. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 6,06 persen.
Namun, pertumbuhan pasar properti tidak berlangsung merata di seluruh segmen. Bank Indonesia (BI) mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III 2026 tumbuh 0,58 persen secara tahunan. Bahkan, penjualan properti residensial di pasar primer masih mengalami kontraksi 8,43 persen.
Di tengah kondisi tersebut, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat penjualan kaveling komersial di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) mencapai Rp866 miliar hingga September 2026. Nilai tersebut menjadi salah satu penopang penjualan perusahaan sekaligus memperlihatkan besarnya aktivitas transaksi lahan untuk pengembangan bisnis di kawasan pesisir.
Baca Juga:Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
PANI mencatat total marketing sales sebesar Rp3 triliun selama Januari-September 2026. Dari jumlah tersebut, penjualan kaveling komersial menyumbang sekitar 28,9 persen, sedangkan segmen residensial masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp1,63 triliun.
Selain penjualan lahan, PANI membukukan marketing sales dari produk komersial sebesar Rp526 miliar. Penjualan tersebut berasal dari sejumlah proyek, di antaranya Bizpark PIK2 dan Rukan Marina Bay.
Besarnya kontribusi penjualan kaveling komersial menunjukkan perusahaan mulai mengandalkan pengembangan kawasan bisnis sebagai salah satu sumber pendapatan. Strategi ini berjalan beriringan dengan pengembangan kawasan hunian yang selama ini menjadi pasar utama PANI.
Untuk memperkuat potensi tersebut, perusahaan mengembangkan kawasan Central Business District (CBD) PIK2 sebagai pusat kegiatan bisnis dan komersial. Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas yang diharapkan dapat menarik pelaku usaha, investor, hingga pengunjung.
Salah satu fasilitas penunjangnya adalah Nusantara International Convention Exhibition (NICE), yang disiapkan untuk mengakomodasi kegiatan pertemuan, konferensi, dan pameran berskala besar.
Baca Juga:Rano Karno Dorong Pendampingan Digitalisasi dan Akses Keuangan
Dari sisi konektivitas, kawasan PIK2 juga didukung pengoperasian fungsional sebagian ruas Tol KATARAJA yang menghubungkan kawasan tersebut dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Selain itu, PANI mengembangkan Dermaga CBD Beachwalk yang menyediakan akses wisata bahari menuju Kepulauan Seribu. Perusahaan juga tengah membangun Hotel Hilton PIK2 yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2027.
Berbagai pengembangan tersebut diarahkan untuk memperluas aktivitas ekonomi di kawasan pesisir, mulai dari perdagangan, jasa, pariwisata, hingga penyelenggaraan kegiatan bisnis.
Presiden Direktur PANI Sugianto Kusuma mengatakan, perusahaan akan terus memperkuat pengembangan kawasan melalui pembangunan infrastruktur dan penambahan fasilitas pendukung.
“Kami terus berharap progres pengembangan PIK2 tetap berjalan dengan lancar dan semakin meningkatkan nilai tambah perusahaan,” ujar Sugianto.
PANI sendiri memiliki cadangan lahan atau land bank seluas 1.828 hektare yang dikelola melalui 12 entitas anak perusahaan. Ketersediaan lahan tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk melanjutkan pengembangan kawasan dan memperluas portofolio bisnisnya.