SuaraJakarta.id - Akbar, satu dari lima korban pesta minuman keras (miras) berujung maut di Tangerang, kini harus meninggalkan keluarga kecilnya untuk selama-lamanya.
Pria berusia 30 tahun itu meninggalkan dua anak yang salah satunya masih balita.
Kesehariannya Akbar yang tinggal di Gang Cendana, Kelurahan Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, diketahui bekerja sebagai kernet sopir di PT Warna Prima Kimiatama.
Hal itu diungkapkan Larsi, karyawan warung resto Ibu Ireng yang berlokasi tak jauh dari rumah korban.
"Dia kerja bareng dengan anak saya di PT Warna Prima Kimiatama. Orang-orang Cukanggalih kerjanya di sana semua," ucap Larsi ditemui Suara.com di lokasi, Rabu (26/08/2020).
Larsi mengungkapkan tak menyangka Akbar meninggal dengan mengenaskan usai pesta miras oplosan bersama rekan-rekannya pada, Sabtu (22/8/2020).
"Jujur saja saya kaget sebenarnya mendengar kabar dia sudah tidak ada. Yang saya tahu keseharian dia kerja-kerja saja, orangnya baik," tuturnya.
"Jadi enggak menyangka saja seperti itu. Jenazahnya wajahnya membiru, dan di solatin di mushala depan warung ini," ungkap Larsi.
"Sekarang orangnya pergi selamanya. Kasihan sih, sudah punya anak dua yang satu masih balita, dan satu lagi sudah masuk sekolah dasar," Larsi menambahkan.
Baca Juga: Rumah Korban Pesta Miras di Tangerang Masih Dipenuhi Sanak Keluarga
Sementara itu, keluarga Akbar enggan berbicara saat Suara.com ingin mewawancarai. Mereka menolak tanpa menyebut alasan apa pun.
Pantauan di lokasi, di depan rumah Akbar sudah terpasang tenda dan bendera kuning.
Dari informasi yang dihimpun, keluarga akan melakukan tahlilan di rumah.
Diberitakan sebelumnya, korban pesta miras oplosan berujung maut pada Sabtu pekan lalu berjumlah lima orang.
Dua diantaranya warga Panongan, Tangerang. Sedangkan sisanya warga Curug yang salah satunya merupakan perempuan.
Mereka diketahui melakukan pesta miras di ruko kosong Cluster Florence, Citra Raya, Tangerang.
Berita Terkait
-
Serahkan Bukti ke Polisi, Pengacara Beberkan Kronologi Temuan 340 Ribu Dolar Singapura
-
Wamensos Motivasi Siswa-Siswi SRT 7 dan SRT 8 Kabupaten Tangerang
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Waspada, Hampir Seluruh Wilayah Kota Tangerang Kini Diselimuti Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Persib Bandung Resmi Melepas Dion Markx ke Persita Tangerang demi Menit Bermain
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa di Jakarta, 100 Dus Masker Dibagikan