Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Rabu, 26 Agustus 2020 | 18:42 WIB
Para tersangka kasus pembunuhan bos pelayaran Sugianto saat menjalani rekonstruksi. (Suara.com/Yasir).

"Hari Sabtu saya WhatsApp papa, saya tanya papa jadi pulangkan, tapi cuma cek list saya kira papa sedang siap-siap mau pulang ke Pangkalpinang," ungkapnya.

Keesokan harinya tepat pada hari Minggu 16 Agustus 2020 dimana hari tersebut Mahfud berjanji akan pulang kerumah. DI dan DA kembali menghubungi ayahnya namun hp yang bersangkutan tidak aktif.

Lantas keduanya menghubungi teman ayahnya berinisial A yang saat itu berada di Lampung.

"Saat kami hubungi om bilang papa ada di Lampung, papa cuma titip baju kotor saja, papa lagi banyak tugas," ungkapnya.

Baca Juga: Otak Penembakan Bos Pelayaran Karyawatinya Sendiri, Keluarga Korban Syok

Nah pada Senin malam baik DI maupun DA mendapatkan kabar dari teman dekatnya jika ayahnya terlibat dalam penembakan.

"Kami sempat tidak menyangka jika papa di televisi seperti itu. Setelah itu ada teman papa kerumah dan menjelaskan jika itu papa. Kami kira papa kena todong tapi tidak, itu papa yang membak," terangnya.

"Kami mikir sekarang bagaimana kami melanjutkan hidup, adik kami ada tiga orang masih kecil-kecil semua. Papa orang baik sampai saat ini kami tidak menyangka papa melakukan itu," pungkasnya.

Kontributor : Wahyu Kurniawan

Baca Juga: Rugi Miliaran, Dalang Pembunuh Bos Pelayaran Tilap Uang Selama 5 Tahun

Load More