Ruswati mengetahui kabar meninggalnya Hayati dari seseorang yang datang kerumahnya. Menurutnya, selama ini Hayati pun belum pernah terlibat cek cok dengan siapa pun.
"Nggak pernah cek cok tuh. Cuma katanya dia sempet pamit aja ke rumah kakeknya tapi nggak ada kabar lagi setelah itu," katanya.
Hal senada diungkapkan oleh tetangga Hayati, Marni. Hayati dikenal sebagai sosok yang jarang bergaul dengan tetangga.
"Kalau negor ya negor aja. Biasa nganter anak sekolah negor. Nggak begitu akrab," ujarnya.
Lalu, Suara.com juga menemui Ketua RT 004 RW 013, Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Bambang Munadi. Di sana tempat Hayati tinggal.
Si RT cerita Hayati ini sebenarnya telah menikah 2 kali. Dari hasil pernikahannya yang pertama wanita 31 tahun ini dikarunai anak bernisial RA (9). Dengan suaminya yang pertama Hayati bercerai kemudian menikah lagi dengan pria berinisial A.
"Sudah 6 bulanan, tapi nikah siri," ujar Bambang.
Namun, status keduanya baru terbongkar sekira 2 bulan lalu. Lantaran, baik Hayati, suaminya, maupun keluarga sempat menutupi status pernikahan siri keduanya.
"Katanya kan baru calon tapi kok tinggal serumah. Saya tegasin ini calon apa bukan. Katanya sudah suami istri tapi nikah siri. Kalau gitu harusnya bilang dong," kata Bambang.
Baca Juga: Tewas Dibungkus Karung, Ternyata Janda Hayati Lagi Hamil 2 Bulan
Kamudian, keduanya memutuskan untuk pindah rumah kontrakan. Dari di Kelurahan Paninggilan RT 004 RW 13 nomor 27 ke Jalan Sukarela, masih di wilayah yang sama. Namun kepindahan keduanya juga tak ada komunikasi dengan RT setempat.
"Awalnya saya bingung, kenapa ini kok pindah kesana gak bilang. Saya nyariin waktu acara bansos, nama mereka kan ada. Bilang-bilang kalo pindah dong," kata Bambang.
Bambang menuturkan kalau kesulitan saat berkomunikasi dengan suami siri MN.
"Seperti orang linglung kalo diajak ngomong. Kita ngomong A dia jawab B. Bingung saya sikapinnya," kata Bambang.
Bambang mengungkapkan kalau sebenarnya Hayati juga bukan merupakan warga Kecamatan Ciledug. Hayati merupakan warga Karawang.
"Yang warga sini orangtuanya. Dia belum ngurus itu KTP nya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Tangsel?
-
Dibentak dan Diludahi: Motif Sakit Hati Ungkap Pembunuhan Mayat dalam Karung di Cikupa
-
Fakta Baru Kasus Penyekapan di Tangsel: Eks Anggota TNI AL Terlibat, Sudah Dipecat karena Disersi!
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event