Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana | Bagaskara Isdiansyah
Senin, 31 Agustus 2020 | 09:55 WIB
Kondisi bus yang rusak akibat penyerangan di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, (29/8/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

SuaraJakarta.id - Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, masih dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI pasca penyerangan yang dilakukan sejumlah tentara, Sabtu (29/8/2020) dini hari tadi.

Berdasarkan pantauan SuaraJakarta.id di lokasi sejak pukul 09.00 WIB terlihat sejumlah personel TNI berjaga di sekitar area Mapolsek Ciracas.

Polsek Ciracas (Suara.com/Bagaskara)

Terlihat juga tenda sebagai posko didirikan di halaman depan Mapolsek.

Sejumlah kendaraan tampak terparkir baik milik personel kepolisian, TNI, tamu hingga milik para awak media yang meliput.

Baca Juga: Bukan Dikeroyok, Prada Ilham Jatuh Sendiri Gegara Nyalip Motor di Jalan

Sisa-sisa pengerusakan masih terlihat jelas di sejumlah bagian Mapolsek di antaranya seperti kaca-kaca jendela hingga pintu utama kantor Kapolsek dan Wakapolsek.

Sejumlah personel kepolisian tampak memotret sejumlah titik-titik kerusakan yang terjadi akibat penyerangan secara brutal.

Sementara itu pelayanan untuk warga membuat pengajuan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) tampak sudah dibuka secara normal.

Banyak juga warga sipil mengantre mengurus hal tersebut.

Begitu pun dengan unit pelayanan SPKT yang tampak juga sudah dibuka normal.

Baca Juga: Buntut Penyerangan Mapolsek Ciracas, 12 Prajurit AD Ditahan di Sel PM

Kendati begitu, dari pihak Polsek Ciracas sendiri enggan memberikan keterangan untuk sementara.

12 Prajurit ditahan

Sebanyak 12 oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam serangkaian penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur ditahan. Selain itu, sebanyak 31 anggota dari berbagai kesatuan telah diperiksa.

Andika mengatakan 12 anggotanya itu ditahan di sel Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya), Guntur, Jakarta Selatan.

"12 orang ini adalah prajurit TNI AD. Tetapi ada 19 orang lagi yang sudah ada indikasi (terlibat) dan saat ini sudah dalam proses pemanggilan," ujar Andika.

Polsek Ciracas (Suara.com/Bagaskara)

Andika juga mengklaim jika pihaknya akan terus mengusut tuntas oknum-oknum anggota TNI lainnya yang turut terlibat dalam aksi tak bertanggung jawab tersebut. Pasalnya, dia meyakini, masih banyak oknum lain yang terlibat.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman sebelumnya telah menceritakan ihwal kronologis ratusan orang diduga oknum anggota TNI melakukan penyerangan kepada warga sipil dan Kantor Mapolsek Ciracas.

Penyerangan tersebut berawal dari kebohongan yang disampaikan oleh anggota Ditkumad TNI Prada M Ilham.

Dudung mengungkapan, mulanya Prada Ilham mengalami kecelakaan tunggal. Namun entah bagaimana mulanya, insiden itu malah disebut sebagai pengeroyokkan.

Kemudian Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0505 Jakarta Timur, intel serta perwakilan dari polres hadir di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengklarifikasi kejadian yang sesungguhnya.

Klarifikasi tersebut pun diperkuat dengan kesaksian sembilan orang yang berada di TKP. Semua saksi menyebut, jika Ilham benar mengalami kecelakaan tunggal.

Kemudian olah TKP pun kembali dilanjutkan. Namun sekitar pukul 23.00 WIB, tiba-tiba ada orang tidak dikenal mendatangi dan langsung menyampaikan kalau mereka tidak terima kawannya, Ilham dikeroyok.

Dandim, disebutkan Dudung sudah menjelaskan jika Ilham bukan dikeroyok, tetapi mengalami kecelakaan tunggal.

Polsek Ciracas (Suara.com/Bagaskara)

"Padahal kejadian tersebut sudah kita amankan melalui Dandim diberikan pengarahan bahwa kejadian tersebut yang sebenarnya adalah kecelakaan tunggal," kata Dudung dalam sesi wawancara bersama stasiun televisi, Sabtu (29/8/2020).

"Namun mereka tidak mengindahkan dan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut," tambahnya.

Kelompok tersebut pun langsung ngacir ke arah Polsek Pasar Rebo untuk melakukan perusakan dan dilanjut ke Mapolsek Ciracas.

Load More