"Iya makanya kita kan gak tau itu sampah medis bekas apa? Sekarang (lagi) pandemi Covid-19, takutnya bekas penanganan Covid gimana? Makanya langsung kita bakar," ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan aktivis Bank Sasuci lainnya, Slamet Hari Septian Taha. Ia punya kekhawatiran tertular virus yang berasal dari Wuhan tersebut.
Meski demikian, dia yakin aman karena telah mengikuti protokol kesehatan.
"Kita kalau mau ambil pakai sarung tangan, pakai masker. Terus sebelum kita taruh di karung kita semprot dulu pakai alkohol sampah medisnya," kata dia.
Saat melakukan aktivitasnya, para aktivis Bank Sasuci mengangkut sampah medis tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap.
Hanya masker, sarung tangan dan sepatu boot. Tanpa mengenakan baju hazmat. Riskan memang, namun kepedulian mereka dengan Sungai Cisadane mengalahkan rasa takut itu.
"Manusia tanpa emas dan berlian masih bisa hidup. Tapi tanpa air akan mati. Air ini sumber kehidupan makhluk hidup," ujar Ari, sapaan Hari Septian Taha.
Hal yang sama juga dirasakan Muhammad Lukman, aktivis Bank Sasuci lainnya.
Kegiatan ini merupakan panggilan hatinya. Dia gusar ketika melihat sumber kehidupan tercemar dengan limbah.
Baca Juga: Patroli Sampah Medis di Sungai Cisadane
"Kalau bukan kita siapa lagi," kata dia.
Dia mengatakan temuan limbah B3 dari Fasyankes ini menjadi pelajaran baik untuk masyarakat, Pemerintah Daerah ataupun pusat.
Terlepas bekas penanganan Covid-19 atau bukan, limbah ini masuk kategori B3.
"Limbah B3 sangat berbahaya. Ada aturan khusus untuk pengelolaannya," kata Lukman.
Buluk sapaannya, berharap temuan ini menjadi perhatian bagi Pemerintah terkait pengelolaan limbah medis.
"Ini demi keberlangsungan hidup kita. Saya berharap pemerintah bisa tegas dalam menindak oknum yang membuang limbah medis. Juga limbah-limbah lainnya," jelasnya.
Berita Terkait
-
Sebulan Tak Diguyur Hujan, Sungai Cisadane Mulai Mengering
-
Bukan Sekadar Sampah: Limbah Makanan Pasar Ini Diolah Jadi 'Obat' Pembersih Sungai Cisadane
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Residu Kimia Sempat Cemari Cisadane, Pengelola Pastikan Air Minum Aman
-
Darurat Limbah! Menteri LH Gugat PT Biotek Saranatama Usai Pestisida Racuni Sungai Cisadane
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Mas Dhito Kembali Salurkan 216 Bantuan Pertanian Bagi Petani Guna Dukung Peningkatan Produksi
-
Teknologi AI Wearable Makin Berkembang, Rokid Hadir di DTI-CX 2026
-
5 Penyebab Masih Takut Speaking Meski Sudah Lama Belajar