SuaraJakarta.id - Polisi telah meringkus pemuda berinisial FI (27) lantaran diduga telah beraksi melakukan pembunuhan. Diduga, FI membunuh kekasihnya, EH (23) yang sedang hamil dengan cara memasukkan racun tikus ke dalam sebuah minuman.
Dikutip Suara.co dari Bantennews.co.id, setelah aksi jahatnya terkuak, FI pun sempat diamuk massa hingga babak belur. Kemarahan warga ini dipicu lantaran pelaku dipergoki tengah menyeret korban, wanita di kawasan wisata Anyer, tepatnya di bibir Pantai Cibeureum Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Seusai dihakimi, warga kemudian menggelandang pelaku ke Polres Cilegon.
Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Maryadi mengatakan pelaku ditangkap setelah menjadi bulan-bulana warga. Sementara untuk kasus dugaan pembunuh tersebut, saat ini pihaknya masih mendalami.
Pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan juga pelaku. Polisi juga menyita barang bukti berupa botol minuman soda dan air mineral.
“Di dalam botol sprite, diketahui terdapat air soda bercampur racun tikus. Pelaku ngaku beli racun tikus dari Padarincang,” ujarnya.
Berdasarkan kesaksian sejumlah warga Cinangka, lanjutnya, pelaku mengaku sedang ingin menyelamatkan korban yakni hendak meminumkan air laut agar korban muntah.
“Kepada warga, pelaku mengaku baru meminumkan sprite campur racun tikus ke korban. Tujuannya sih untuk mengugurkan janin. Tapi korban kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Makanya korban diseret ke pinggir pantai, mau diminumkan air laut biar muntah,” kata dia.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui informasi secara detail saat disinggung tentang hubungan pelaku dan korban.
Baca Juga: Ortu Pembunuh Anak Sempat Pinjam Cangkul, Ngaku ke Warga Mau Kubur Kucing
Maryadi menyatakan ada kemungkinan kasus tersebut masuk pada pidana pembunuhan berencana.
“Info tentang hubungan dua orang ini memang belum kami dapatkan secara resmi. Kami hanya tahu mereka ini bertetangga. Tentang kehamilan korban pun masih kami periksa. Bisa jadi ini kasus pembunuhan berencana. Intinya kami masih melakukan pendalaman,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Diintai 2 Bulan, Detik-detik Pembunuhan Wakil Rektor ITB Indonesia di Tangan Kuli Bangunan
-
22 Tahun Berlalu, Aktivis Tetap Tuntut Keadilan untuk Munir
-
Misteri Mutilasi Tanah Merah Depok: Garis Polisi Melingkar, Warga Tak Kenal Korban dan Pelaku
-
Cari Honda Beat EA 6129 KB Milik Mahasiswi Tewas di Kos Mataram, Keluarga Siapkan Hadiah Rp20 Juta
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar
-
Dukung Penanganan Karhutla, NHM Serahkan Bantuan Tangki Air Operasional kepada BPBD Halmahera Utara
-
Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa