SuaraJakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalukan pemantauan langsung ke sejumlah lokasi di ibu kota saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua, Senin (14/9/2020). Selama orang nomor satu di Jakarta itu berkeliling, masyarakat dianggap sudah patuh protokol kesehatan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan ia turut menemani Anies berkeliling dari kawasan Balai Kota DKI, jalan Thamrin, hingga ke Kuningan.
Arifin mengklaim situasi kondusif selama pemantauan berlangsung.
"Melihat situasi jalan-jalan yang ada, juga suasananya lenggang. Kerumuman-kerumunan juga nampaknya terkendali, tidak terlihat," ujar Arifin di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Anies juga disebutnya sempat mampir ke Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan. Ia memantau kegiatan restoran, kafe dan masyarakat yang tengah berbelanja.
Sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) nomor 88, restoran dilarang membuka layanan makan di tempat.
Pelanggan hanya boleh membeli lewat layanan pesan antar atau dibungkus.
"Artinya semua tempat yang kita lihat kemarin semuanya patuh terhadap protokol kesehatan. Restoran, rumah-rumah makan, kafe dan semacamnya itu tidak ada yang aktivitasnya makan di tempat," jelasnya.
Selain itu, mal itu juga diklaim menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
Seperti pemeriksaan suhu tubuh, ada penanda jaga jarak, dan lainnya.
"Nah ini hal-hal baik ini mudah-mudahan bisa terus menerus kita jaga ktia pertahankan, tempat-tempat yang lain juga kita harapkan demikian," pungkasnya.
Baca Juga: JOSS! Pemprov DKI Tutup 8 Restoran Sehari PSBB Total
Meski tak ditemukan pelanggaran saat Anies sidak, petugasnya di tempat lain mendapati masih ada restoran yang melanggar aturan PSBB. Hingga saat ini, sudah ada 8 restoran yang terpaksa ditutup sementara.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Arifin mengatakan temuan ini didapati setelah pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai tempat.
Pelanggaran yang ditemukan adalah tidak melaksanakan protokol kesehatan.
Dari data yang diterima, 8 rumah makan yang ditindak Satpol PP adalah Warunk Upnormal, Rawamangun, Jakarta Timur; Bandar Condet, Jakarta Timur; Rumbo Star Coffee, Jakarta Timur; Cafe Rocks, Jakarta Timur; Rumah Makan Padang, Nasi Uduk, dan lain-lain.
"Saya pikir ini masih relatif sedikit, karena hanya sekitar 8 (tempat usaha makanan)," ujar Arifin di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2020).
Pelaku usaha yang melanggar dijatuhi sanksi penutupan selama 1x24 jam. Setelah itu, besok (16/9/2020) mereka diizinkan kembali buka.
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event