Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Jum'at, 18 September 2020 | 20:46 WIB
Faldo Maldini - (YouTube/Faldo Maldini)

"Kalau menurut aku faktornya banyak bukan cuma intelektual, ada factor keluarga ekonomi lingkunga yang juga bisa. Memang kampus kan memang tempat orang dididik secara akademik dan non akademik. Tapi,after kampus life itu kan tiap orang punya dunia sendiri. Jadi menurut aku faktornya banyak," pungkasnya.

Pembunuh Rinaldi Harley Wismanu, mayat tewas dimutilasi. (Suara.com/Yasir)

Sosok kritis

Laeli Atik Supriyatin (27), salah satu pembunuh Rinaldy Harley Wismanu (32) adalah lulusan Universitas Indonesia. Di mata teman satu kuliah, Laeli adalah sosok mahasiswa yang kritis saat itu.

Laeli adalah sarjana lulusan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia atau FMIPA UI angkatan 2012.

Baca Juga: Kejam Mutilasi Rinaldi, Dijebak, Dianiaya dan Diperas saat Sakaratul Maut

Temannya saat kuliah, Ridwan menilai Laeli adalah sosok yang pintar, kritis dan berpikiran logis.

Laeli bersama kekasihnya Djumadil Al Fajri alias DAF (26) mutilasi Rinaldy Harley Wismanu.

Pembunuh Rinaldi Harley Wismanu, mayat tewas dimutilasi. (Suara.com/Yasir)

Laeli pun dikenal aktif berorganisasi. Tahun 2014, dia terpilih menjadi Project Officer Pemilihan Raya UI.

"Logic dan kritis banget, juga lumayan pinter," ujar Ridwan seperti dilansir suaraindo.id (grup SuaraKalbar.co.id/jaringan Suara.com).

Bahkan Laeli sering mengkritik kinerja organisasi BEM UI.

Baca Juga: Ditusuk saat Bersetubuh, Korban Mutilasi sempat Diperas, Ditindih di Kasur

"Sampai-sampainya ngelakuin hal kayak gitu tuh, kayak Damn! Gila banget," ujar Ridwan.

Load More