Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Rabu, 23 September 2020 | 13:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pintu Air Manggarai yang menjadi salah satu tempat dari aliran Sungai Ciliwung. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Ia menunggu Anies segera memberikan bekas lahan yang akan dibebaskan.

"Menunggu penentuan lokasi dari pak Gubernur untuk penerapan lokasi, lahan yang akan dibebaskan,” ujar Bambang di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (24/2/2020).

Proyek sodetan Ciliwung ini diyakini bisa mengurangi banjir dengan memperlancar aliran di sungai. Air yang meluap di Sungai Ciliwung bisa dialirkan ke Banjir Kanal Timur (BKT).

Dari proyek yang diproyeksi memiliki panjang 1.260 meter, sejauh ini baru dikerjakan sepanjang 600 meter.

Baca Juga: 34 Tahun Tinggal di Bantaran Kali Ciliwung, Era Makin Akrab dengan Banjir

Bambang menyebut masalah pembebasan lahan menjadi penghambatnya.

"Sodetan Ciliwung ke KBT baru 600 meter. Masih 660 meter lagi belum diselesaikan," tuturnya.

Lahan yang terkendala masalah pembebasannya adalah di kawasan Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Anies disebutnya harus membebaskan 13.000 meter lahan di kawasan ini.

"Dibebaskan dulu lahannya di Kelurahan Bidara Cina," pungkasnya.

Baca Juga: Sampah Kiriman Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Load More