SuaraJakarta.id - Sudah lebih dari sepekan. Lexy seolah kerasan tinggal di Hotel Yasmin, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
Eits, nanti dulu. Lexy bukanlah seorang pasien positif Covid-19 yang sedang diisolasi. Namun, pria berusia 28 tahun itu adalah perawat atau bagian dari tim medis.
Lexy sudah bertugas merawat pasien corona berstatus orang tanpa gejala (OTG) sejak 17 September lalu, tepatnya saat Hotel Yasmin resmi dibuka khusus Covid-19.
Ya, Hotel Yasmin adalah rumah singgah yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk pasien corona OTG.
Nah, Lexy salah satu dari sekian tim medis yang ditugaskan pemerintah merawat pasien OTG. Dia mengisahkan banyak pengalaman saat merawat OTG.
"Iya nih sudah seminggu lebih gue di sini bang, banyak hal-hal yang didapat merawat OTG," ujarnya saat memulai bicang-bincang melalui sambungan telepon kepada SuaraJakarta.id, Jumat (25/9/2020).
Merawat pasien corona OTG diakui Lexy tidak kesulitan.
Dibandingkan orang yang bergejala atau pasien dengan penanganan khusus di rumah sakit jauh lebih sulit.
Kendati demikian, pasien OTG sama seperti layaknya orang yang berbadan sehat. Yakni sama-sama memiliki rasa perasaan tak baik.
"Mereka juga sepertinya bad mood. Karena tiba-tiba malam ingin ngemil atau makan lagi. Itu yang saya alami," tutur pria yang masih berstatus lajang itu.
Baca Juga: Anak Buah Prabowo, Anggota DPRD DKI Abdul Ghoni Positif Corona
"Dan itu sudah tugas saya dan tim lainnya merawat dan melayani permintaan kebutuhan mereka selama di sini," lanjutnya.
Beruntungnya, kata Lexy, pasien tidak meminta permintaan yang aneh-aneh. Lebih sering mereka minta cemilan dan makan.
Yang kedua hal itu, Lexy mengalami ada layanan GrabFood yang dipesan oleh seorang pasien. Dia memesan makan dan minum sesuai seleranya.
"Bikin puyeng kalau sudah GrabFood tuh malam-malam. Kalau pesan makanan yang siap saji, yang harus dimakan sekarang, mau tak mau diantarkan," ungkapnya.
"Sementara kami yang mengantarkan harus pakai alat pelindung diri (APD) lengkap. Kalau sudah dipakai harus dibuang. Jadi, masa anterin bakso pakai APD," paparnya.
Padahal, pasien OTG yang diisolasi di Hotel Yasmin sudah mendapat fasilitas makan 3 kali sehari, plus makanan ringan.
"Meski sudah dapat snak, yang gue bilang mereka ingin ngemil atau makan lagi," imbuhnya.
Lexy tak menampik tugasnya itu penuh dengan tantangan. Bukan hanya "berperang" melawan virus corona. Lebih dari itu adalah waktu dengan keluarga yang harus dikesampingkan.
Bagaimana tidak, Lexy lebih dari 12 jam dalam mengemban tugasnya. Tidak ada kata libur dan pulang ke rumah.
"Ada off (libur) tapi hitungan jam doang. Seperti kemarin pagi itu off sampai jam 3 sore. Selanjutnya ya sudah kerja lagi," lirihnya.
Guna menghilangkan rasa jenuh, Lexy mengakui setiap malam bersama rekannya tim medis bernyanyi bersama-sama.
"Menyanyi sama-sama, canda tawa itu yang dilakukan kalau malam. Kalau enggak gitu stress kami di dalam," ucapnya.
"Karena pasti kami pagi-pagi sekali sudah harus ke pos pantau, tempat kami mempersiapkan diri sebelum bertugas," sambungnya.
Hanya Gaji Pokok
Lexy menuturkan, bertugas sebagai perawat pasien Covid-19 di Hotel Yasmin mendapat fee Rp 4 juta-an per bulan.
Jumlah itu, katanya, mengikuti standard Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banten 2020. Ironisnya, belum ada tambahan insentif.
"Iya pokoknya doang sesuai UMK Tangerang. Masih belum tahu bonusnya ada apa enggak, soalnya belum ada omongan," sebutnya.
"Tapi makan tiga kali sehari dan juga snak dapat disini. Jadi bukan hanya pasien saja," tutupnya.
Penambahan Pasien Covid-19
Penambahan pasien corona berstatus OTG di Hotel Yasmin semakin bertambah. Hal itu ditandai dengan adanya penambahan kamar.
Semula, pasien OTG di Hotel Yasmin hanya difasilitasi satu tower saja, yakni dengan kapasitas 120 kamar. Jumlahnya bertambah hingga kini 130-an.
"Sudah melebihi kapasitas awal, penambahan kamar di tower belakang (umum). Sudah ada yang menempati," ucap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tangerang Hery Heryanto kepada SuaraJakarta.id.
"Rencananya mau ditambahkan lagi di tower belakang sebanyak 120 kamar. Mungkin nanti full tidak ada lagi untuk umum," lanjutnya.
Hery mengaku, pemilik hotel tidak mempermasalahkan penambahan kamar. Justru beruntung karena ada pemasukan disaat situasi pandemi hotel sedang sepi.
"Beruntung (pemasukan). Dari pemerintah membayar Rp 350 ribu per hari untuk pasien corona dengan tiga kali makan dan mendapat snak," sebutnya.
"Harga itu dapat diskon karena kalau biasanya pasti mahal dan makan hanya dapat sekali."
Kontributor : Ridsha Vimanda Nasution
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Mengapa Jakarta Masih Berpotensi Hujan Saat Musim Kemarau? BMKG Jelaskan Penyebabnya
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Pajak Motor Mati 5 Tahun di Jakarta? Segini yang Bisa Dihemat Selama Pemutihan 2026
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus