- Seorang perempuan bernama Khairun Nisa (23) menyamar jadi pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang-Jakarta.
- Kecurigaan kru muncul akibat ketidaksesuaian corak rok dengan standar seragam resmi maskapai penerbangan tersebut.
- Pelaku mengaku motifnya adalah rasa malu karena gagal lolos seleksi dan tidak dituntut secara pidana.
SuaraJakarta.id - Kasus pramugari gadungan Batik Air yang sempat viral di media sosial kini makin terang dengan pengakuan dan permintaan maaf dari pelakunya. Peristiwa yang terjadi dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta itu tidak hanya mengejutkan penumpang dan kru, tetapi juga memicu diskusi publik tentang motif di balik aksi nekat tersebut.
Berikut 7 fakta penting yang wajib Anda tahu:
1. Awal Kejadian di Dalam Pesawat
Seorang perempuan bernama Khairun Nisa (23) mengenakan seragam pramugari Batik Air lengkap saat menjadi penumpang dalam pesawat yang lepas landas dari Palembang menuju Jakarta. Aksinya sempat membuat bingung penumpang lain yang mengira ia adalah awak kabin.
2. Kecurigaan Berawal dari Detail Seragam
Kru Batik Air mulai curiga ketika melihat corak rok yang dikenakan berbeda dengan standar seragam pramugari resmi Batik Air. Detail kecil ini akhirnya menjadi titik kritis yang membuka penyamaran itu.
3. Dilaporkan ke Avsec dan Diamankan di Soetta
Usai mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, kru Batik Air segera melapor ke petugas Aviation Security (Avsec). KN kemudian diturunkan dan dibawa ke kantor kepolisian bandara untuk pemeriksaan lanjutan.
4. Atribut dan Seragam Diduga Palsu
Menurut penjelasan resmi, atribut yang dipakai bukanlah perlengkapan resmi dari maskapai. Ia mendapatkan seragam dan aksesori melalui pihak lain, yang menjanjikan bisa membantunya menjadi pramugari.
5. Motif: Gagal Lolos Seleksi dan Rasa Malu pada Keluarga
Di hadapan polisi, KN mengaku pernah mencoba mendaftar sebagai pramugari tetapi tidak lolos seleksi. Karena merasa malu dan ingin mempertahankan citra di mata keluarga, ia nekat berpura-pura sudah bekerja sebagai awak kabin Batik Air.
6. Tidak Ada Tuntutan Pidana
Polisi menyatakan bahwa tidak ditemukan unsur pidana dalam kejadian ini. Batik Air memilih menyelesaikannya secara internal dan damai, dengan syarat KN membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan seluruh atribut disita.
7. Permintaan Maaf Kini Viral di Medsos
KN kemudian membuat video klarifikasi dan permintaan maaf yang tersebar di media sosial. Ia mengakui bahwa dirinya bukan pramugari Batik Air, dan menyesali tindakan yang telah membuat heboh jagat maya.
Baca Juga: Viral Aksi Wanita Nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Begini Kronologi dan Motifnya
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menggabungkan drama penyamaran, tekanan sosial, dan daya tarik profesi pramugari. Meski berakhir tanpa pidana, insiden ini mengingatkan bahwa detail kecil bisa jadi kunci besar dalam dunia penerbangan yang sarat standar keamanan dan profesionalisme.
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap, Alasan di Balik Aksi Perempuan Palembang Nyamar Jadi Pramugari Batik Air
-
Viral Aksi Wanita Nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Begini Kronologi dan Motifnya
-
Cek Fakta: Viral Klaim Purbaya Desak Prabowo Sahkan RUU Perampasan Aset, Benarkah?
-
Layang-layang Ancam Nyawa Punumpang, 21 Penerbangan di Bandara Soetta Terganggu
-
Kabin Gelap dan AC Mati Usai Pesawat Mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Penumpang Batik Air Ancam Buka Emergency Exit
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar