Tasmalinda
Kamis, 08 Januari 2026 | 12:30 WIB
Perempuan bernama Nisya menggunakan seragam batik air, menyamar menjadi pramugari.
Baca 10 detik
  • Seorang wanita berinisial N menyamar sebagai pramugari Batik Air dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta.
  • Kecurigaan muncul karena seragamnya tidak sesuai standar, lalu N diamankan petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Motif penyamaran adalah untuk meyakinkan keluarga terkait pekerjaan yang gagal didapatkan di Jakarta.

SuaraJakarta.id - Media sosial dihebohkan dengan aksi seorang wanita yang nekat menyamar sebagai pramugari Batik Air. Peristiwa ini terjadi dalam penerbangan rute Palembang–Jakarta dan langsung menarik perhatian publik setelah kisahnya beredar luas.

Wanita tersebut diketahui berinisial N. Ia mengenakan atribut menyerupai seragam pramugari Batik Air dan terlihat berjalan layaknya awak kabin di area bandara. Bahkan, N sempat melewati jalur khusus awak pesawat sebelum akhirnya kecurigaan muncul dari kru maskapai.

Peristiwa bermula saat N berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Dengan mengenakan seragam pramugari, ia tampak percaya diri berada di area bandara dan mengikuti alur layaknya awak kabin. Namun, sejumlah kru Batik Air mulai curiga karena corak batik seragam yang dikenakan tidak sesuai dengan standar resmi maskapai.

Kecurigaan tersebut langsung dilaporkan ke pihak terkait. Saat pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, N diamankan oleh petugas Aviation Security (Avsec) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa N bukanlah pramugari dan tidak tercatat sebagai awak kabin Batik Air.

Dalam pemeriksaan, N mengaku tidak memiliki niat melakukan tindak kejahatan. Pengakuannya, ia sempat mengaku merantau ke Jakarta dengan harapan bisa bekerja sebagai pramugari. Namun ternyata, upaya tersebut gagal.

Karena merasa malu dan tertekan dengan ekspektasi keluarga di kampung halaman, N mengaku telah diterima bekerja sebagai pramugari Batik Air. Penyamaran itu dilakukan agar pengakuannya tampak meyakinkan di mata keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Ia bahkan mengaku telah mengenakan seragam tersebut sejak berangkat dari rumah. Rencananya, seragam akan diganti sebelum terbang. Namun karena waktu keberangkatan sudah mepet, N tetap mengenakan atribut pramugari hingga proses boarding.

Pihak berwenang memastikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan unsur kejahatan lain dalam kasus tersebut. Tidak ada upaya penyusupan ke kokpit maupun tindakan yang membahayakan keselamatan penerbangan. Aksi N murni merupakan penyamaran tanpa tujuan kriminal.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Klaim Purbaya Desak Prabowo Sahkan RUU Perampasan Aset, Benarkah?

Meski demikian, peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan dan prosedur penerbangan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat di area bandara.

Kisah ini dengan cepat menyebar di media sosial dan memantik beragam reaksi. Sebagian warganet mengecam tindakan tersebut karena dianggap berisiko, sementara yang lain justru merasa iba dengan motif di balik penyamaran tersebut.

Banyak pula yang menyoroti tekanan sosial dan tuntutan pekerjaan bergengsi yang kerap membuat seseorang nekat melakukan hal di luar nalar.

Kasus wanita menyamar sebagai pramugari Batik Air ini pun menjadi pelajaran penting—bahwa tekanan ekspektasi sosial bisa berdampak besar, sekaligus menegaskan pentingnya keamanan dan verifikasi berlapis di dunia penerbangan.

Load More