Tasmalinda
Rabu, 07 Januari 2026 | 20:58 WIB
viral cerita pengabdian seorang dokterhewan
Baca 10 detik
  • Dokter senior 84 tahun, Dr Mangku Sitepoe, viral karena hidup sangat sederhana dan sering menggunakan mikrolet.
  • Beliau aktif memberikan pelayanan kesehatan terjangkau Rp10 ribu per pasien sejak praktik gratis terkendala penyalahgunaan.
  • Dr Mangku merintis pengobatan gratis sejak 1995 dan kini mengandalkan pensiun serta bantuan anak untuk hidup.

SuaraJakarta.id - Kisah seorang dokter senior berusia 84 tahun mendadak viral di media sosial dan mengundang haru publik. Di tengah mahalnya biaya layanan kesehatan, sosok ini justru menjalani hidup yang sangat sederhana, bahkan ke mana-mana hanya menggunakan mikrolet.

Dokter tersebut adalah Dr Mangku Sitepoe, seorang dokter senior yang kini mengabdikan hidupnya bukan untuk mengejar materi, melainkan untuk membantu sesama, khususnya masyarakat kurang mampu.

Kehidupan sederhananya menjadi sorotan setelah fotonya beredar luas. Tak seperti gambaran dokter pada umumnya yang identik dengan mobil pribadi dan gaya hidup mapan, Dr Mangku memilih menggunakan angkutan umum untuk beraktivitas sehari-hari. Di usia senja, ia tetap rendah hati dan apa adanya.

Tak hanya hidup sederhana, Dr Mangku juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial. Salah satu yang paling menyentuh hati adalah komitmennya memberikan pelayanan kesehatan dengan tarif yang sangat terjangkau—hanya Rp10 ribu.

Awalnya, sejak tahun 2005, layanan kesehatan yang ia rintis bersama rekan-rekannya diberikan secara gratis. Namun seiring waktu, muncul oknum yang menyalahgunakan obat gratis dengan menjualnya kembali. Demi mencegah hal tersebut, akhirnya diberlakukan tarif simbolis Rp10 ribu per pasien.

Meski demikian, dengan biaya tersebut pasien tetap mendapatkan pelayanan maksimal, termasuk obat-obatan. Bagi Dr Mangku, uang bukanlah tujuan utama. Ia lebih mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebermanfaatan.

Perjalanan hidupnya pun panjang dan penuh pengabdian. Dr Mangku memulai kariernya sebagai dokter hewan pada 1978. Kemudian, pada 1995, dokter kelahiran Tanah Deli, Sumatera Utara ini menggagas tempat pengobatan gratis yang hingga kini terus berkembang dan bahkan telah membuka cabang baru karena tingginya kebutuhan masyarakat.

Untuk kehidupan sehari-hari, Dr Mangku mengaku hanya mengandalkan uang pensiun serta bantuan dari anak-anaknya. Ia tak memiliki sumber penghasilan besar, namun tetap merasa cukup.

Di malam hari, saat banyak orang memilih beristirahat, Dr Mangku mengisi waktunya dengan menulis buku. Meski tangannya kini mengalami tremor dan tak lagi bisa mengetik dengan normal, ia tetap berusaha menulis. Dari sana, sesekali ia memperoleh bayaran, meski bukan itu yang ia kejar.

Baca Juga: Cek Fakta: Viral Menteri Bahlil Minta PLN Menaikkan Harga Token Listrik 2026, Benarkah?

Di usianya yang telah memasuki 84 tahun, Dr Mangku masih teguh pada prinsip hidupnya: mengabdi untuk kemanusiaan.

“Kami sampai saat ini masih mengabdi. Makanya saya ke mana-mana naik angkutan umum mikrolet karena saya juga nggak punya uang. Hanya mengandalkan uang pensiun saja sama bantuan anak-anak. Saya hidup dari situ,” tuturnya.

Kisah Dr Mangku Sitepoe menjadi pengingat yang menyesakkan dada—bahwa di tengah dunia yang semakin materialistis, masih ada sosok yang memilih jalan sunyi, setia melayani sesama tanpa pamrih, bahkan hingga usia senja.

Load More