Tasmalinda
Senin, 05 Januari 2026 | 18:47 WIB
Ilustrasi konser kpop. Viral cerita pilu kakak hentikan biaya kuliah adik, uang skripsi habis untuk konser K-Pop (unsplash.com/Boga Rín)
Baca 10 detik
  • Seorang kakak menghentikan biaya kuliah adiknya setelah mengetahui dana skripsi Rp10 juta digunakan untuk liburan K-Pop.
  • Kakak yang menjadi tulang punggung keluarga merasa dikhianati karena telah rutin membiayai kebutuhan adiknya.
  • Keputusan penghentian bantuan finansial ini memicu reaksi warganet dan tekanan dari keluarga besar.

SuaraJakarta.id - Sebuah cerita pilu tentang pengorbanan keluarga mendadak viral di media sosial. Kisah ini menyentuh emosi warganet setelah seorang kakak memutuskan menghentikan seluruh biaya kuliah adiknya, usai mengetahui uang skripsi senilai Rp10 juta justru dihabiskan untuk menonton konser K-Pop dan liburan.

Cerita tersebut pertama kali beredar luas lewat unggahan tangkapan layar curhatan pribadi. Dalam ceritanya, sang kakak mengaku menjadi tulang punggung keluarga sejak ayah mereka meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ia bekerja di luar kota dan secara rutin mengirimkan uang untuk membiayai kebutuhan sang adik yang masih kuliah.

Setiap bulan, sang kakak mengirim dana jutaan rupiah, mulai dari biaya kos, uang makan, hingga uang kuliah tunggal (UKT). Semua dilakukan demi satu harapan sederhana: sang adik bisa lulus tepat waktu dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Masalah bermula ketika sang adik meminta tambahan uang sebesar Rp10 juta dengan alasan untuk keperluan skripsi. Uang tersebut disebut akan digunakan untuk olah data, bimbingan, dan kebutuhan sidang akhir. Meski berat, sang kakak akhirnya mengirimkan uang itu, bahkan disebut sebagai tabungan terakhir yang ia miliki.

Namun beberapa hari kemudian, kepercayaan itu runtuh.

Di unggahan media sosial, sang kakak melihat foto-foto adiknya berada di luar negeri. Dalam unggahan tersebut, sang adik terlihat menonton konser K-Pop, berbelanja, dan menikmati liburan. Ironisnya, unggahan itu disertai keterangan singkat yang menyebut kegiatan tersebut sebagai “self reward”.

Merasa dikhianati, sang kakak mencoba menghubungi adiknya. Dalam percakapan yang kemudian ikut tersebar, sang adik mengaku uang skripsi tersebut memang dipakai untuk liburan karena merasa stres dan butuh hiburan. Ia berjanji akan mengurus skripsinya belakangan.

Pengakuan itu menjadi titik balik.

Sang kakak akhirnya mengambil keputusan tegas dengan menghentikan seluruh bantuan finansial, termasuk biaya kuliah dan uang kos. Keputusan tersebut berdampak besar: sang adik terancam tidak bisa melanjutkan kuliah karena kesulitan membayar UKT semester berikutnya.

Baca Juga: Cek Fakta: Link Tautan Pendaftaran Internet Rakyat Gratis 3 Bulan 100 Mbps, Benarkah?

Tak hanya itu, sang kakak juga mengaku mendapat tekanan dari keluarga besar. Ia disebut tega, tidak berperasaan, dan terlalu keras kepada adik kandung sendiri. Padahal, dalam curhatannya, ia merasa selama ini pengorbanannya tak pernah benar-benar dipahami.

Cerita ini langsung menuai beragam reaksi warganet. Banyak yang mengaku ikut menangis membaca kisah tersebut dan mendukung keputusan sang kakak sebagai bentuk pembelajaran tanggung jawab. Namun ada pula yang menilai persoalan ini seharusnya diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus menghentikan pendidikan.

Kisah viral ini kembali membuka diskusi luas di media sosial tentang batas pengorbanan dalam keluarga, kejujuran dalam urusan keuangan, serta makna tanggung jawab bagi mahasiswa yang masih bergantung pada orang lain.

Bagi banyak netizen, cerita ini terasa dekat dan nyata tentang kepercayaan yang runtuh, luka yang dipendam, dan keputusan berat yang harus diambil demi menjaga harga diri dan masa depan.

Load More