- Suzuki APV dan Daihatsu Luxio bekas memiliki bantingan keras, tenaga mesin terasa terbatas, serta handling kurang stabil kecepatan tinggi.
- Kualitas interior kedua mobil tersebut terasa sederhana dengan material keras dan mudah berdecit seiring bertambahnya usia pemakaian.
- Banyak unit mobil bekas tersebut berasal dari eks-usaha travel atau logistik, berpotensi menyebabkan keausan mesin dan kaki-kaki lebih tinggi.
SuaraJakarta.id - Dijuluki mobil “roti tawar”, Suzuki APV dan Daihatsu Luxio dikenal karena bentuknya kotak, fungsional, dan serbaguna. Mobil ini kerap jadi andalan usaha travel, logistik ringan, hingga mobil keluarga besar. Di pasar mobil bekas, harganya relatif ramah kantong, itulah yang membuatnya tetap dicari.
Namun, di balik reputasi bandel dan multifungsi, ada sejumlah masalah umum yang sering ditemui pada APV dan Luxio bekas. Penting diketahui calon pembeli agar tak kaget setelah unit dibawa pulang.
Berikut 6 masalah paling sering muncul pada dua mobil “roti tawar” ini.
1. Bantingan Keras dan Kurang Nyaman
Konstruksi sasis ladder frame dan setelan suspensi yang cenderung kaku membuat:
a. bantingan terasa keras di jalan rusak,
b. mobil mudah limbung saat bermanuver,
c. kenyamanan penumpang belakang kurang optimal.
d. Masalah ini umum, terutama pada unit yang sering membawa muatan berat.
2. Tenaga Mesin Terasa Pas-pasan
Baik APV maupun Luxio bukan mobil yang dirancang untuk performa agresif.
Keluhan yang sering muncul:
a. tarikan awal berat saat penuh penumpang,
b. mesin terasa ngos-ngosan di tanjakan,
c. akselerasi lambat di jalan tol.
d. Untuk pemakaian santai dan niaga ringan masih aman, tapi jangan berharap performa sporty.
3. Konsumsi BBM Bisa Boros Jika Tak Terawat
Secara teori irit, tapi pada unit bekas:
a. throttle body kotor,
b. injektor jarang dibersihkan,
c. sensor mesin mulai aus,
d. bisa membuat konsumsi BBM jadi lebih boros dari seharusnya.
Baca Juga: 5 Prediksi Harga Pasaran Wuling Air EV & Ioniq 5 Bekas di Akhir 2025 yang Wajib Kamu Tahu
4. Kualitas Interior Terasa Sederhana
Sebagai mobil fungsional, interior APV dan Luxio dikenal:
a. material keras,
b. mudah berdecit seiring usia,
c. jok cepat aus jika sering dipakai kerja.
d. Masalah estetika ini jarang fatal, tapi berpengaruh pada kenyamanan jangka panjang.
5. Handling Kurang Stabil di Kecepatan Tinggi
Bentuk kotak dan posisi duduk tinggi membuat:
mobil kurang stabil di atas 100 km/jam,
sensitif terhadap angin samping,
setir terasa ringan di tol.
Ini alasan mengapa mobil ini lebih cocok dipakai di dalam kota atau rute antarkabupaten santai.
6. Banyak Unit Bekas Eks Usaha
Di pasar mobil bekas, cukup banyak APV dan Luxio:
a. bekas travel,
b. bekas angkut barang,
c. bekas kendaraan operasional.
Tag
Berita Terkait
-
5 Prediksi Harga Pasaran Wuling Air EV & Ioniq 5 Bekas di Akhir 2025 yang Wajib Kamu Tahu
-
6 Mobil Bekas di Atas 15 Tahun yang Mesinnya Masih Terkenal Super Bandel
-
9 Mobil Bekas untuk Kebutuhan Fitur Lengkap dan Teknologi Canggih
-
10 Cara Merawat Mobil Matic Bekas untuk Mengatasi Risiko Rusak Dini bagi Pengguna Harian
-
10 Cara Merawat Mobil Matic Bekas untuk Mengatasi Risiko Kerusakan bagi Pengguna Harian
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO
-
Diduga Terserang Virus, Kemenhut Ungkap Penyebab Kematian Gajah Yuna di Aceh
-
Menakar Masa Depan Drone untuk Kebutuhan Industri Indonesia
-
Ardi Dwinanta Setiadharma Pimpin JAPNAS Jakarta, Usung Empat Pilar Buka Akses Pasar dan Permodalan
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan