SuaraJakarta.id - Pandemi Covid-19 tak serta merta membuat seluruh masyarakat patuh akan protokol kesehatan. Terbukti masih ada saja yang melanggar aturan masker di luar rumah.
Badan Pusat Statistik (BPS) pun melakukan survei tentang perilaku masyarakat terhadap protokol kesehatan.
Survei BPS ini dilakukan terhadap 90.967 responden.
Hasilnya ada tiga alasan utama masyarakat tak mematuhi protokol kesehatan.
Ketua BPS Kecuk Suhariyanto mengungkapkan alasan terbanyak tidak mematuhi protokol kesehatan lantaran tak adanya sanksi tegas.
"Mengenai alasan tidak menerapkan protokol kesehatan ada tiga hal. Pertama, 55 persen responden berpendapat tidak ada sanksi," kata Kecuk saat telekonferensi pers dari Graha BNPB, Senin (28/9/2020).
Selanjutnya, sebanyak 39 persen responden beralasan tak memakai masker karena tak adanya kasus positif Covid-19 di lingkungan mereka.
Dengan begitu, maka menurut mereka protokol kesehatan tidak perlu diterapkan.
"Sementara, 33 persen responden beralasan pekerjaan menjadi sulit jika harus menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.
Baca Juga: Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Pun Tak Sebanding Pengorbanan Nakes
Survei ini berlangsung sejak 7-14 September 2020. Diikuti 90.967 responden yang terdiri dari 55% perempuan dan 45% laki-laki.
Tujuan survei BPS ini untuk pengambilan kebijakan berbasis data terkait pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
BMKG Prediksi Hujan Lebat, Pemkot Tangerang Antisipasi Bencana Saat Pandemi
-
Antisipasi Klaster Covid-19, Pemkot Solo Perketat Izin Hajatan
-
Penerapan Disiplin Protokol Kesehatan Pun Tak Sebanding Pengorbanan Nakes
-
Survei BPS Terkait Covid-19: Perempuan Lebih Patuh Protokol Kesehatan
-
Cara Menghilangkan Bekas Jerawat Pakai 4 Bahan Alami
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
Perluas Jejaring Internasional, Budi Luhur Teken Kerja Sama dengan ACWA Network
-
Skandal Pedofil Jepang Guncang Blok M: Polda Metro Buru Pelaku, Kedubes Jepang Keluarkan Peringatan
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok