- Seorang bocah 8 tahun meninggal tertabrak alat berat saat berjualan tisu di perempatan Kendari, Kamis (29/1).
- Penyebab bocah berjualan adalah tidak tersedianya nasi untuk makan malam di rumahnya.
- Operator alat berat telah diamankan polisi dan kasus tragis ini sedang dalam proses penyelidikan mendalam.
SuaraJakarta.id - Sebuah tragedi yang tengah viral di media sosial mengungkap realita pahit yang masih terjadi di tengah masyarakat. Seorang bocah berusia 8 tahun ditemukan tewas setelah terlindas alat berat saat berjualan tisu di jalan. Penyebabnya sederhana namun memilukan: di rumah tidak ada nasi untuk dimakan.
Berikut ini tujuh fakta penting yang perlu kamu tahu terkait peristiwa pilu bocah 8 tahun ini:
1. Bocah Baru 8 Tahun dan Seharusnya Sekolah
Korban merupakan seorang bocah perempuan berusia 8 tahun, masih duduk di kelas 4 SD. Di saat teman seusianya seharusnya belajar dan bermain, ia justru harus membantu keluarga mencari nafkah.
2. Tragedi Terjadi di Perempatan Jalan di Kendari
Kejadian nahas itu berlangsung pada Kamis malam (29/1) sekitar perempatan Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Lokasi ini merupakan titik yang ramai kendaraan lalu lalang.
3. Penyebab Utama Ia Turun ke Jalan: Tak Ada Nasi
Dalam video yang viral di media sosial, sang ibu mengatakan bahwa dirinya menyuruh anaknya berjualan tisu karena rumah mereka tidak memiliki nasi untuk makan malam. Kondisi ekonomi keluarga diduga menjadi faktor utama.
“Saya suruh dia jual tisu, karena tidak ada nasi di rumah…” ungkap sang ibu sambil menangis.
Baca Juga: Bupati Dhito dan Gubernur DKI Jakarta Kerjasama untuk Menekan Kemiskinan
4. Ditabrak Alat Berat Jenis Loader
Menurut keterangan pihak kepolisian, bocah itu meninggal dunia setelah tertabrak alat berat (loader) yang sedang melintas di lokasi kejadian. Operator alat berat tersebut kini telah diamankan pihak polisi.
5. Kasus Sedang Diselidiki Polisi
Kasatlantas Polresta Kendari AKP Kevin Fahri Ramadhan mengatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyidikan. Operator alat berat tidak disengaja menabrak bocah tersebut, namun proses hukum tetap berjalan.
6. Kisah Ini Viral dan Menyentak Publik
Video dan foto-foto yang tersebar memperlihatkan momen pilu sang ibu yang memeluk jasad anaknya sambil terisak. Unggahan ini menjadi viral di berbagai platform media sosial, mencuri perhatian publik luas dan memicu gelombang empati.
Tag
Berita Terkait
-
Bupati Dhito dan Gubernur DKI Jakarta Kerjasama untuk Menekan Kemiskinan
-
Buka Musrenbang RPJMD 2025-2029, Ini yang Diminta Bupati Dhito: Fokus Entaskan Kemiskinan Ekstrem
-
Upaya Bangun Kualitas Hidup Keluarga di Kabupaten Kediri, Mas Dhito Gandeng Fatayat NU
-
HUT Provinsi Jawa Timur yang ke-79, Pemkab Kediri Komitmen Tingkatkan Kontribusi Pembangunan
-
Pelajar Di Bekasi Tewas Gegara Lawan Arus Saat Naik Motor
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Puncak Arus Balik 28-29 Maret, Baru 36 Persen Kendaraan Menyeberang dari Sumatera ke Jawa
-
Anti Boros Setelah Lebaran, 7 Ide Masak Sekali untuk Stok Seminggu ala Meal Prep Simpel
-
Benarkah WFA Efektif Tekan Arus Balik 2026? Saat Data Kendaraan Justru Meningkat
-
Dompet Tipis Setelah Lebaran? Ini 7 Cara Cepat Memulihkan Keuangan di Akhir Bulan
-
Sentuhan Klasik di Destinasi Modern: Cerita dari Flea Market Indonesia Design District