SuaraJakarta.id - Buronan narapidana dari Lapas Tangerang, Cai Ji Fan ternyata pernah ikut pelatihan militer di Cina. Sehingga Cai Ji Fan ini berani kabur ke hutan.
Cai Ji Fan ini punya kemampuan dasar miliar dan bertahan hidup di mana pun.
Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53) melarikan diri dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 1 Tangerang.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan jika kemampuan tersebut diperoleh Cai Ji Fan saat mengikuti program pendidikan militer di Cina.
Atas dasar kemampuan itu lah Cai Ji Fan kekinian diduga melarikan diri ke dalam hutan di wilayah Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
"Jadi bagaimana dia menghadapi survival itu dia memang sudah punya dasar, makanya sekarang kita terus bergerak pengejaran menyusuri hutan disana," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (2/10/2020).
Kekinian penyidik pun masih berupaya melakukan pengejaran ke dalam hutan.
Sebab, diduga kuat Cai Ji Fan masih berada di dalam hutan tersebut jika berkaca pada kasus pelarian Cai Ji Fan dari Rutan Narkoba Cawang Jakarta Timur tahun 2007.
"Ada indikasi yang bersangkutan masih dalam hutan karena sejak pernah ditangani oleh Mabes Polri saat penangkapan juga sama dia melarikan diri itu juga sama ditemukan di daerah Sukabumi di dalam hutan," ungkap Yusri.
Baca Juga: ICW: Rawan Kecurangan dan Bahayakan Kesehatan Warga, Pilkada Harus Ditunda
Cai Ji Fan melarikan diri melalui gorong-gorong yang dibuatnya, pada Senin (14/9/2020).
Gorong-gorong tersebut diduga dibuat dari kamar tahanan selama 8 bulan hingga menembus saluran pembuangan air perkampungan warga di Jalan Veteran, RT 003 RW 4 Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Tepatnya berada di sebelah kiri pintu gerbang Lapas.
Belakangan diketahui bahwa Cai Ji Fan menggali gorong-gorong tersebut dengan menggunakan alat perkakas bangunan seperti sekop, obeng hingga pompa air.
Satu-persatu fakta dibalik pelarian Cai Ji Fan pun akhirnya terungkap. Salah satunya, terkuak bahwa Cai Ji Fan sempat membeli rokok di sekitar Lapas dan pulang ke rumahnya di Bogor, Jawa Barat.
Hal itu terungkap berdasar hasil pemeriksaan terhadap istri Cai Ji Fan.
"Kita lakukan pemeriksaan kepada istri yang bersangkutan dan keluarganya, karena memang jeda waktu dia melarikan diri sekitar 4 sampai 5 jam itu dia sudah sampai di kediamannya di daerah Tenjo, Bogor," ungkap Yusri.
Selain sempat pulang ke rumahnya di Bogor, Cai Ji Fan ternyata juga sempat membeli rokok di warung sekitar Lapas. Fakta tersebut diperoleh berdasar kesaksian warga sekitar.
Kekinian penyidik pun masih berupaya melakukan pengejaran terhadap Cai Ji Fan yang diduga melarikan diri ke dalam hutan.
Berdasar keterangan warga, Cai Ji Fan melarikan diri ke dalam hutan di wilayah Tenjo, Bogor, Jawa Barat seusai menemui istri dan anaknya.
"Info dari beberapa warga yang kita dalami yang bersangkutan masuk ke hutan sana. Sementara kita ada beberapa tim fokus ke sana," pungkas Yusri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Gerak Cepat Dittipideksus Bareskrim, Tahan Dua Petinggi PT DSI Kasus Dugaan Penipuan dan TPPU
-
Cek Fakta: Benarkah AS Keluar dari NATO dan Gandeng Indonesia-Rusia?
-
Iwakum: Hari Pers Nasional Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Pengingat Kebebasan Pers
-
7 Fakta Menyentuh di Balik Bocah 8 Tahun yang Tewas Saat Jual Tisu Karena Tak Ada Nasi di Rumah
-
Eksekusi Kilat dan Provisi Terabaikan: Dugaan Perlakuan Berbeda di Meja Hijau