SuaraJakarta.id - Ulama Kondang Abdullah Gymnastiar menentang aksi anarkistis berujung ricuh di demo UU Cipta Kerja di Jakarta dan daerah lain. Menurutnya aksi itu akan melahirkan dendam baru.
Aa Gym mengatakan sudah banyak korban-korban berjatuhan dari aksi unjuk rasa yang ada di seluruh Indonesia.
Aa Gym pun mengajak semua yang merasa bertanggung jawab mengambil bagian untuk menghentikan semua kekerasan karena bisa menjadi bencana berkepanjangan bagi negeri ini.
"Kepada saudara-saudaraku yang sedang berunjuk rasa, kami sangat memahami kekecewaan atas adanya UU (Cipta Kerja) ini, unjuk rasalah dengan niat dan cara yang benar, jangan sampai mencelakakan diri dan orang lain," kata Aa Gym melalui pesan video, Jumat (9/10/2020)
Aa Gym berpesan agar para pengunjuk rasa tetap menjaga protokol kesehatan yang tepat.
Sehingga wabah Covid-19 ini tidak menjadi tersebar. Pengunjuk rasa juga disarankan agar tetap dalam koridor yang tidak melanggar hukum. Supaya banyak pertolongan Allah SWT, dan supaya Allah SWT menolong agar cita-cita serta perjuangannya bisa dikabulkan
Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini mengingatkan agar para pengunjuk rasa tidak lakukan tindakan kekerasan kepada aparat keamanan.
"Mereka juga saudara kita, kita yang membiayai," ujarnya.
Aa Gym berpesan kepada aparat keamanan agar menatap para pengunjuk rasa dengan tatapan saudara.
Baca Juga: DPRD Bogor Bersurat ke DPR: Cabut UU Cipta Kerja!
Mereka punya istri, punya anak dan orang tua, persis seperti keluarga aparat keamanan juga.
Aparat keamanan diminta bertindak yang profesional dan mengindari tindakan kekerasaan yang pasti hanya akan berbuah kekerasan.
"Kematian dan luka hanya berbuah kedendaman yang mungkin tidak selesai dalam satu generasi, dan dimohon kepada para pimpinan, mohon segera bersikap, berkata dan berbuat untuk menghentikan dengan cara yang paling adil, paling bijaksana, wabah ini belum selesai kita hadapi, jangan sampai tindakan yang lambat bisa membuat bencana ini berkepanjangan," ujarnya.
Aa Gym mengajak semua pihak menahan diri dan berbuat semampunya agar kerusuhan berhenti. Dengan demikian akan lahir keputusan yang sangat adil dan berpihak kepada masyarakat yang luas.
"Semoga Allah memberikan hidayah dan taufik kepada orang-orang yang diberi amanah agar bisa mengambil sikap yang betul-betul jadi solusi terbaik bagi bangsa, agar bangsa ini menjadi bangsa yang berkah, Aamiin Ya Allah Ya Robbal Alamin," kata Aa Gym mengakhiri pesan-pesannya.
Berita Terkait
-
Pendidikan Aa Gym Vs Ustaz Maulana, Aksinya di Jalanan Bak Langit Bumi
-
Gemas Kena Macet, Aa Gym Turun dari Mobil Tegur Pengendara Motor
-
OJK Cabut PayTren, Ustaz Yusuf Mansur Pernah Disentil Aa Gym: Dia Ceramah Habis Harta Kita
-
Detik-detik Dennis Lim Cium Tangan Aa Gym, Adabnya Jadi Perbincangan
-
Aa Gym Ternyata Anak Perwira TNI AD, Trending Usai Tegur Anak Muda Nongkrong Dekat Pesantren
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa di Jakarta, 100 Dus Masker Dibagikan