SuaraJakarta.id - Petugas keamanan atua sekuriti Green Lake City geruduk rumah salah satu penghuni di sana. Sebab sang penghuni melakukan usaha jual beli mobil di rumahnya.
Usaha showroom mobil dadakan itu membuat penghuni sekitar komplek resah. Penggerebekan pun terjadi.
Penggerebekan itu terekam dalam sebuah video yang viral di media sosial Twitter, @Jaya02015033.
"Di Perumahan Green Lake City Tangerang, Bosque 1 rumah nggak boleh lebih dari 2 mobil. Dikeroyok sama satpam-satpam di sana. Main keroyokan dan nggak ada sopan-sopannya sama sekali. Kurang ajar banget satpam-satpamnya," tulis @Jaya02015033.
Dalam video itu massa Satpam berteriak. Lalu dibalas dengan penghuni.
"Jangan keroyokan. Siapa komandan kalian?" kata seorang perempuan.
Peristiwa tersebut terjadi di Cluster Asia Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu (14/10/2020) lalu.
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Senin Terasa Berat Setelah Libur Panjang? Ini Fenomena Bare Minimum Monday yang Lagi Viral
-
Utang Puasa atau Syawal Dulu? Ini Jawaban Ulama yang Banyak Dicari Umat Muslim
-
Tren Baru Pasca Lebaran: Loud Budgeting, Cara Jujur Ngaku Lagi Bokek Tanpa Malu
-
Siap-Siap! Puncak Arus Balik Terminal Kampung Rambutan Diprediksi Pecah Minggu Besok
-
Dakwaan Jaksa Soal Dugaan Gratifikasi dan TPPU Tak Terbukti, Eks Sekretaris MA Pilih Mubahalah