Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Kamis, 22 Oktober 2020 | 21:20 WIB
Deretan permukiman penduduk semi permanen di bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, Senin (5/10/2020). Pemprov DKI Jakarta mencatat terdapat kenaikan 1,11 persen angka kemiskinan Jakarta menjadi 4,53 persen pada bulan September 2020 karena dampak dari pandemi COVID-19. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]
Petugas dibantu kendaraan alat berat merobohkan ratusan rumah yang berdiri di kawasan bantaran Kali Ciliwung, di Bukit Duri, Jakarta, Selasa (12/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Sejauh ini, pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang menggarap sejumlah proyek untuk mencegah banjir di Jakarta salah satunya adalah pengerukan sedimen lumpur serta pembuatan sumur resapan.

Namun menurut Pengamat Tata Kota Nirwono Joga, langkah ini tidak bisa mengatasi banjir Jakarta.

Menurut Nirwono, naturalisasi atau normalisasi sungai dianggap lebih ampuh mencegah banjir.

"Namun ini adalah PR (pekerjaan rumah) yang tidak bisa dilakukan tahun ini," kata Nirwono saat dikonfirmasi.

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Anies Minta Camat dan Lurah Punya Alat Ukur Hujan

Nirwono mengatakan, kalau program naturalisasi atau normalisasi dijalankan tentu masyarakat yang bermukim di daerah aliran sungai (DAS) harus siap-siap untuk direlokasi.

Sebab DAS harus steril dari bangunan sehingga tidak ada hambatan air dari hulu ke hilir. [Antara]

Load More