SuaraJakarta.id - Kepolisian Polsek Cibinong memeriksa 6 saksi dalam kasus kematian Bunda Maya di kawasan Kampung Citatah Dalam di kawasan Cibinong. Bunda Maya tewas membusuk di dalam sumur beton rumahnya.
Keenam saksi kematian Bunda Maya yang diperiksa polisi adalah suami, pembantu dan tetangga. Terakhir, Rabu (4/11/2020) hari ini polisi periksa 2 saksi tambahan.
"Kemarin kita sudah periksa empat saksi, yaitu suami korban, dan tetangga kanan kiri serta pembantu. Untuk hari ini ada dua warga juga yang jadi saksi," kata Kapolsek Cibinong, AKP I Kadek Vemil kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).
Polisi menemukan bekas luka pukulan benda tumpul di wajah Bunda Maya. Sehingga terlihat pelipis dekat mata Bunda Maya lebam.
Kini kematian Bunda Maya masih menyisahkan misteri. Belum ada dugaan resmi yang menyebut Bunda Maya tewas dibunuh.
"Korban ditemukan dalam sumur kita sampai saat ini melakukan perkembangan, bukti awal dari korban ada luka lebam, itu harus kita kembangkan dulu. Luka lebam itu ada di bagian pelipis mata korban diduga bekas benda tumpul," ucapnya.
Sebelumnya, warga Kampung Citatah Dalam di kawasan Cibinong, Bogor digegerkan dengan tewasnya seorang wanita di dalam sebuah sumur, Selasa (3/11/2020).
Wanita meninggal secara mengenaskan itu diketahui bernama Athiqotul Mahya alias Bunda Maya dan dikenal warga sekitar sebagai guru pengajian.
Saat ditemukan, mayat Bunda Maya dalam kondisi bugil di dalam sumur yang memiliki kedalaman mencapai 17 meter itu.
Baca Juga: Bunda Maya Tewas Bugil, Pakaiannya Ditemukan di Sumur Beton 17 Meter
Ketua RT 05 Richan (50) mengungkapkan, saat pertama kali ditemukan jasad wanita dua anak itu sudah membengkak.
"Tadi sudah dievakuasi oleh tim damkar dan kepolisian, mayat dalam sumur. Itu almarhum dalam keadaan sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk serta hanya memakai pakaian dalam saja," kata saat ditemui SuaraJakarta.id di kediamannya kemarin.
Richan mengatakan, Bunda Maya sebelumnya dikabarkan hilang oleh suaminya pada Minggu (1/11/2020) pukul 22.00 WIB.
Suami Bunda Maya, Muhammad Kurniawan dan warga sempat melakukan pencarian. Namun, hingga Senin (2/11), mereka tak kunjung menemukan Bunda Maya.
Pada hari Senin, sang suami mengeluhkan mesin cucinya rusak. Ia juga mengeluhkan bau tak sedap dari bak penampungan air.
"Senin itu sempat bahwa mesin sumurnya rusak, dan dibenerin tapi tidak ngelihat ke dalam sumur, cuma mesinnya saja di ludikabarkanar," kata Richan.
Berita Terkait
-
Mediasi Sengketa Lahan di Gunung Sindur, PT SIR Ajukan Tuntutan Ganti Rugi ke Natura City
-
Sengketa Tanah di Gunung Sindur, PT SIR dan Natura City Jalani Mediasi di PN Cibinong
-
Sidang Sengketa Tanah di PN Cibinong, PT SIR Soalkan Penguasaan Fisik Lahan oleh PT Natura City
-
PT SIR Gugat Natura City soal Sengketa Lahan 14 Hektare di Bogor
-
Buntut Sel Mewah! Bebas Bersyarat Dicabut, Indra Kenz Kembali Ditahan di Lapas Tangerang
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal
-
Polda Metro Jaya Bidik Akar Narkoba di Kampung Ambon Lewat Bedah Rumah
-
Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung
-
Ajang WCCE 2026 Kenalkan Produk Kreatif Anak Bangsa Lewat Artisan Alley
-
Advokat Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim MK, Soroti Perkara PHPU Pilpres