SuaraJakarta.id - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyebut Rizal Ramli banyak ngomong tapi tak bisa pimpin orang.
Pernyataan itu disampaikan JK dalam kanal YouTube Karni Ilyas Club yang disitat pada, Sabtu (7/11/2020).
Hal ini diungkapkan JK menanggapi pernyataan Rizal Ramli yang menyebut JK menjegal dirinya jadi menteri.
"Rizal Ramli ini mungkin pintar, tapi gak bisa pimpin orang. Zaman Gusdur cuma 10 bulan jadi Menko (Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri), dan 2 bulan Menkeu. Di Jokowi hanya 10 bulan, ngomong banyak tapi tak gak bisa pimpin orang,” ujar JK dikutip dari Hops.id—jaringan Suara.com—Sabtu (7/11/2020).
Tidak Diterima Jadi Menkeu
Lebih jauh, JK mengungkapkan saat pembentukan kabinet di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode pertama, Rizal Ramli manuver ke sana kemari dan mempromosikan diri bakal menjadi Menkeu atau Menteri BUMN.
Isu ini membuat para Dirjen di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengancam akan mundur bila Rizal Ramli jadi Menkeu.
"Dia (dulu) bikin isu akan jadi Menkeu. Datanglah 11 orang Eselon I Kemenkeu (menghadap JK) pada Oktober 2004, dipimpin Darmin Nasution, mengatakan seluruh Dirjen Kemenkeu akan mundur kalau Menkeu Rizal Ramli. Kenapa menolak? Oh dia (Rizal Ramli) tak ngerti persoalan dan pekerjaan. Ini (Kemenkeu) bukan kebun binatang, nanti keluar semua anjing kucing dan lainnya semua kalau (dia) marah. Jadi tidak diterima jadi Menkeu," cerita JK.
JK mengatakan selama menjadi Menko Kemaritiman di Kabinet Jokowi, kelakuan Rizal Ramli makin banyak yang tidak respek.
Baca Juga: Rizal Ramli: Jusuf Kalla Raja Pembohong
Misalnya, ungkap JK, Rizal Ramli jarang hadir dalam rapat Menko. Itu menjadi catatan bagi JK.
"Kalau rapat Menko, jarang mau hadir, kan tak bisa pimpin orang. Omongnya besar anggap diri pintar tapi tak bisa pimpin orang," ucap JK.
Blok Masela
JK mengatakan ada beberapa ide Rizal Ramli yang akhirnya diterima di sidang kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), meski terkesan dipaksakan.
Jusuf Kalla teringat dengan ngototnya Rizal soal Blok Masela.
Waktu sidang kabinet di pemerintahan Jokowi, Rizal ngotot blok Masela dikelola dengan on shore, padahal Jokowi menginginkan off shore.
Berita Terkait
-
Di Hadapan Warga Malaysia, Jokowi Sindir Pemimpin Harus Dengar Suara Rakyat
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, PM Malaysia Titip Pesan ke Jokowi Ucap Solidaritas
-
AHY: Jabatan Tak Abadi, Fasilitas Negara Jangan Dipakai Politik
-
Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo
-
Bantah Makar, Budi Arie Ungkit Jasa Menangkan Prabowo: Dukungan Tak Geser Sejengkal Pun!
Terpopuler
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
- Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- 5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
Pilihan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
-
Siswa TK sampai SMA di Jakarta dan Tangerang Raya PJJ Sampai Rabu 9 September
-
Episode Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir, Kata Badan Geologi
-
Abu Vulkanik Krakatau Meningkat, Operasional Bandara Soetta Berhenti hingga Pukul 6 Sore
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
Terkini
-
Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Persija Tempuh Perjalanan Panjang ke Jakarta
-
Provaliant Tambah Event IP Global Tahun Depan, PIK Punya Peluang Jadi Panggungnya
-
Kebijakan Zero ODOL 2027, Legislator PDIP Minta Pemerintah Rilis Roadmap
-
Tarif Masuk Ragunan Diwacanakan Naik Jadi Rp10 Ribu, Fasilitas dan Keamanan Jadi Sorotan
-
Bareskrim Rampungkan Perkara TPPU Direktur PT Indosterling, Berkas SWH P-21