SuaraJakarta.id - Polda Jabar telah menghentikan penyidikan terkait dua kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Penghentian dua kasus Habib Rizieq itu disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.
"Informasi yang kami dapatkan demikian (telah dikeluarkan SP3)," ujar Awi di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (10/11/2020).
Kasus pertama yang membelit Habib Rizieq yang terkait dugaan penodaan Pancasila. Kasus ini dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.
Habib Rizieq dilaporkan pada 27 Oktober 2016 terkait ceramahnya yang diduga menodai Pancasila.
Kasus berikutnya Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat - Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat pada 24 November 2015.
Saat itu, Habib Rizieq diduga lakukan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya Sunda karena telah memplesetkan salam "Sampurasun".
Menurut Awi, tidak ditemukan bukti baru dalam dua kasus tersebut. Sehingga proses hukum pun tidak dilanjutkan.
"Karena di sana infonya demikian," tutur Awi dikutip dari Antara, Rabu (11/11/2020).
Baca Juga: AP II Jelaskan Penyebab Fasum Bandara Rusak Saat Penjemputan Habib Rizieq
Diketahui, Habib Rizieq Shihab bersama keluarganya tiba di Indonesia pada, Selasa (10/11/2020) pagi.
Habib Rizieq pulang ke Indonesia setelah sekitar 3,5 tahun menetap di Arab Saudi.
Berita Terkait
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Fakta Mengerikan di Balik Tato 'Love Topik TH' Korban Penyekapan Bandung
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
DPR Apresiasi Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung
-
Usai Buron, Taufik Hidayat Tersangka Kasus Penyekapan Cileunyi Ditangkap
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Upacara Kemerdekaan di Tapal Batas, Serasan Jadi Pintu Ekonomi Indonesia
-
Tak Perlu Pusing Budget, Ini Solusi Paket Rapat di Jakarta Pusat yang Bisa Sesuaikan Anggaran
-
Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan