- Aliansi mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menyampaikan delapan tuntutan di Bundaran HI pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Karyawan swasta bernama Diki mendukung penyampaian aspirasi tersebut tetapi menyayangkan pemilihan lokasi aksi di objek vital masyarakat.
- Pedagang dan pengemudi ojek online merasakan dampak negatif berupa kemacetan parah serta penurunan pendapatan akibat penutupan jalan.
SuaraJakarta.id - Aliansi mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).
Mereka menyampaikan delapan tuntutan terhadap Pemerintah.
Demo yang dilaksanakan di kawasan objek vital, perkantoran dan sentra ekonomi tersebut mendapat tanggapan dari masyarakat, pedagang hingga ojol.
Salah satunya adalah Diki seorang karyawan swasta. Ia mendukung adanya unjuk rasa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.
"Saya sih mendukung dengan adanya demo ini ya, demo untuk mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah ya. Tapi alangkah baiknya demo itu jangan di objek vital. Karena demo itu sudah ada tempatnya, kayak DPR gitu," kata Diki saat diwawancarai, Rabu (19/8/2026).
Menurut Diki, demonstrasi seharusnya langsung disampaikan ke tempat target sasaran. Sehingga, tidak mengganggu masyarakat yang memang melaksanakan aktivitas sehari-hari.
"Karena objek vital itu mengganggu kemacetan dan penutupan jalan. Dan itu juga mengganggu transportasi umum juga. Itu aja sih, sebaiknya jangan di objek vital kayak Bundaran HI itu. Lebih baik di DPR, depan DPR seperti biasa kawan-kawan mahasiswa yang lakukan." paparnya.
Senada, Farhan seorang pedagang juga mengaku dampak dari adanya kegiatan tersebut. Ia merasakan dampak yang luar biasa akibat kemacetan yang terjadi.
"Kalau yang ke arah ke macet itu sebenarnya ngeganggu banget, kalau yang ada dalam hal kita apa, urgent banget gitu kan, yang jalur cepat kan harusnya kan kita lewat Bundaran HI. Jadi kita muternya lewat Senayan, lebih jauh lagi, gitu," ucapnya.
Baca Juga: Budget Cuma 500 Ribu di 2026? Ini 7 Sepatu Lari Nyaman yang Banyak Dipakai Mahasiswa
Sedangkan, Pengemudi Ojek Online (Ojol) Andi, mengungkapkan bahwa, kemacetan akibat demo tersebut sangat berdampak dengan mata pencahariannya sehari-hari.
"Ya kalau kami sebagai driver ojol sebenarnya merasakan sekali dampaknya. Karena jalanan kan tempat utama kami bekerja. Kalau jalannya ditutup kami jadi kesulitan untuk melakukan penjemputan atau pengantaran," ujarnya.
Ia menjelaskan, ketika berlangsungnya demo jalanan ditutup. "Pas kemarin demo itu, ampun deh. Jalanan dimana mana ditutup. Macet jadi dimana mana. Padahal wilayah HI itu biasanya salah satu titik pusat orderan paling banyak. Dan itu ladang rezeki kami," tambahnya.
Bahkan, menurutnya, tidak sedikit pemesan melakukan cancel atau membatalkan orderan. "Bahkan, ada aja beberapa yang sedikit marah-marah karena kelamanaan. Padahal kami kehambat sama akses jalan," katanya.
"Seharusnya sih ya, yang demo sih gapapa ya, tapi ya jangan di kawasan yang memang pusat aktivitas masyarakat. Karena ngaruh banget sama orderan kami," tambahnya mengakhiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?
-
Pertemuan Rutin Bulanan: H. Robert Nitiyudo Wachjo Pesankan Dzikir & Syukur Kepada 1.232 Anak Binaan
-
BRI Junio x Mobile Legends: Menabung Rp1 Juta Bisa Bawa Pulang Kartu Koleksi
-
Raih Penghargaan Tim ESDM Siaga Bencana 2026, NHM Tegaskan Komitmen Kemanusiaan
-
Agen BRILink Ria Irawan Aktif Jemput Bola Transaksi Warga Hingga Topang Roda Ekonomi