SuaraJakarta.id - Tumpukan sampah terlihat menggunung di sisi Jalan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Tumpukan sampah itu seolah menjadi tempat pembuangan sampah sementara dadakan.
Padahal, bukan lahan tempat sampah yang disediakan oleh pemerintah.
Sampah yang menggunung itu tak cuma merusak pemandangan tapi juga sudah mengeluarkan aroma busuk.
Salah seorang petugas kebersihan yang ditemui di sekitar lokasi, Suhaendi mengatakan, tumpukan sampah itu merupakan ulah warga yang tak bertanggung jawab buang sampah secara sembarangan.
Mereka membuang sampah sambil lewat berkendara di jalan tersebut.
"Sampah ini dari warga yang lewat, kita nggak tahu. Pagi-pagi kita bersihin, malem kotor lagi banyak sampah berjejer dan numpuk," kata Suhaendi sambil membersihkan sampah, Rabu (11/11/2020).
Suhaendi mengaku pihaknya sudah beri sosialisasi kepada warga sekitar untuk tidak ikut buang sampah sembarangan di jalan.
"Udah kita keliling ke RT RW supaya jangan buang sampah ke sini mengganggu penglihatan. Di jalan sini kan jalan dilewatin pejabat jenderal Kodiklat (Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan) TNI," ungkapnya.
Baca Juga: Diduga Sengaja Dibuang, Polisi Dalami Temuan Mayat Bayi di Tumpukan Sampah
"Harusnya warga sini yang ngelarang, karena yang ngerasain dampaknya langsung. Ada bangkai segala macem, (tak) karuan dah," keluhnya.
Menurutnya, sampah itu sampai menggunung karena pihaknya bingung lantaran lahan tersebut merupakan lahan milik pengembang Bumi Serpong Damai (BSD).
"Diangkutin juga serba salah, tanahnya punya BSD. Udah diambil kemaren satu truk. Tapi sekarang masih numpuk. Sewangi-wanginya sampah, ya bau busuk juga," pungkas Suhaendi.
Terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Rastra Yuda mengatakan, pihaknya sudah mengetahui soal adanya sampah menggunung di Ciater itu.
Menurutnya sampah tersebut tidak diangkut oleh pihaknya lantaran berada di lahan milik BSD.
"Ya enggak lah. Kita tunggu dari pihak BSD untuk konfirmasi ke kita apakah minta bantuan ke kita. Kalau kita menawarkan diri kan lucu. Ya kita enggak tahu ada apa di belakang kita soal itu, kan kita nggak ngerti," kata Yuda saat dikonfirmasi, Rabu (11/11/2020).
Berita Terkait
-
Ribuan Pemilah Sampah di Bantargebang Kini Punya Jaminan Kerja
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk
-
Bisakah "Apartemen Ayam-Maggot" Menjadi Solusi Sampah Organik di Kota?
-
Penimbun Sampah Ilegal Kramat Jati Didenda Rp 15 Juta
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital
-
Jakarta dan Bandung Siap Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026
-
Polisi Tangkap Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi
-
Merawat Kulit Ketiak dan Lipatan Tubuh agar Tampak Lebih Cerah