SuaraJakarta.id - Masih ingat ,antan pelatih Timnas Malaysia, Datuk K. Rajagobal? Dirianya kini resmi menjadi pelatih baru Timnas Brunei Darussalam dengan durasi kontrak dua tahun.
Presiden Federasi Sepak Bola Brunei (NFABD), Pengiran Haji Matusin bin Pengiran Haji Matasan, mengaku tidak mudah dalam menentukan pelatih baru Timnas Brunei. Pemilihan Rajagobal sudah melalui proses diskusi yang cukup panjang.
Kemudian, aspek finansial juga menjadi pertimbangan NFABD dalam memilih Rajagobal. Sebab, di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang, tidak dipungkiri ekonomi di berbagai sektor turut terdampak, termasuk federasi sepak bola Brunei.
"Setelah beberapa minggu membuat penilaian pelamar posisi pelatih Timnas Brunei, Komite Eksekutif NFABD menginformasikan Rajagobal dari Malaysia ditunjuk sebagai pelatih baru Brunei Darussalam untuk jangka waktu dua tahun," kata Pengiran Haji Matusin, dikutip dari BHarian.
"Ini bukan keputusan yang mudah. Keputusan diambil berdasarkan serangkaian dialog setelah mempertimbangkan aspek teknis dan finansial," imbuhnya.
Rajagobal sendiri bukan nama asing bagi pecinta sepak bola Indonesia. Saat menangani Timnas Malaysia, dia adalah penghancur mimpi Garuda untuk menjuarai Piala AFF 2010.
Sempat menjadi bulan-bulan Irfan Bachdim cs di fase grup, tetapi Malaysia justru on fire ketika kembali berhadapan dengan Indonesia di partai final. Skuat Harimau Malaya menang 3-0 pada leg pertama dan hanya kalah 1-2 di leg kedua. Alhasil, Malaysia berhasil menjadi jawara Piala AFF 2010 dengan skor agregat final 4-2.
Berita Terkait
-
Pelatih yang Dua Kali Kalahkan Indonesia Perpanjang Kontrak dengan Malaysia
-
Striker Temuan Rahmad Darmawan Selangkah Lagi Gabung Klub Portugal
-
Ulang Tahun, Egy Maulana Dapat Kiriman Doa dari Bintang Timnas Malaysia
-
Bepe Ungkap Rahasia Malaysia Bisa Juara AFF 2010, SEA Games 2009 dan 2011
-
Liridon Krasniqi Resmi Jadi Pemain Naturalisasi Baru Timnas Malaysia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi