Andi Ahmad S
Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jakarta Pusat dan Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama Saat Tanam Pohon di Tengah Kota Jakarta [Ist]
Baca 10 detik
  • Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama dan PC PMII Jakarta Pusat menanam pohon mangga di Mangga Dua, Jakarta Pusat, pada Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Kegiatan penanaman pohon ini bertujuan untuk memperluas ruang hijau perkotaan serta meningkatkan kesadaran lingkungan secara berkelanjutan di kalangan masyarakat.
  • Aksi kolaborasi tersebut merupakan rangkaian gerakan penghijauan lanjutan yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di berbagai daerah lain di Indonesia.

SuaraJakarta.id - Komitmen menjaga kelestarian lingkungan terus digaungkan oleh Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama. Bekerja sama dengan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jakarta Pusat, yayasan ini menggelar aksi penanaman pohon mangga di Taman Supra Urban Farming Kota Supra Madusela, Mangga Dua, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Aksi hijau ini merupakan kelanjutan dari konsistensi Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama dalam memperluas gerakan penghijauan di berbagai penjuru Indonesia.

Sebelum menyasar ibu kota, gerakan serupa telah sukses dilaksanakan di Lamongan berkolaborasi dengan IKSPI Lamongan, serta di Desa Bangunsari, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur bersama masyarakat lokal.

Kali ini, kolaborasi sengaja dibangun bersama organisasi mahasiswa guna memperkuat peran dan kepedulian generasi muda terhadap isu kelestarian lingkungan.

Penanaman pohon mangga dipilih bukan sekadar sebagai upaya menambah ruang hijau di kawasan perkotaan.
Namun, sebagai simbol bahwa gerakan lingkungan dapat dimulai dari ruang-ruang sederhana yang berada di tengah masyarakat.

Founder Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani, mengatakan bahwa penghijauan tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Menanam pohon adalah langkah sederhana, tetapi memiliki dampak yang panjang. Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan PMII menjadi penting karena mahasiswa memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran publik.

Gerakan mahasiswa, kata dia, tidak hanya dituntut kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi konkret di tengah masyarakat.

Baca Juga: Hadapi Polusi yang Makin Kompleks, Aturan Kualitas Udara Jakarta Bakal Direvisi

“Mahasiswa memiliki energi, gagasan, dan jaringan yang luas. Karena itu, kami ingin gerakan penghijauan ini menjadi ruang kolaborasi antara masyarakat sipil, generasi muda, dan berbagai elemen lainnya,” katanya.

Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh. Syaiful Rahman, mengatakan perluasan gerakan penghijauan merupakan komitmen yayasan untuk menjadikan penanaman pohon sebagai gerakan bersama yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.

"Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapan kami, semakin banyak pihak yang terlibat sehingga gerakan penghijauan dapat tumbuh di berbagai daerah Indonesia dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan serta masyarakat," kata Syaiful.

Syaiful mengatakan, penanaman pohon Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama di Jakarta Pusat merupakan bagian dari rangkaian gerakan penghijauan yang akan terus diperluas ke berbagai wilayah Indonesia.

Gerakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem, memperluas ruang hijau, membantu mengurangi dampak perubahan iklim, serta membangun budaya menanam dan merawat pohon secara berkelanjutan.

"Satu pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman yang tumbuh di ruang terbuka merupakan investasi ekologis yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang," jelas Syaiful.

Load More