SuaraJakarta.id - Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus enam pelaku penculikan terhadap ES seorang pengusaha di Cipayung, Jakarta Timur.
Terungkap, motif para pelaku penculikan tersebut lantaran ingin menagih uang yang nilainya Rp 7 miliar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, kasus tersebut terbongkar usai adanya laporan yang dibuat oleh rekan korban ke polisi.
Kejadian peculikan tersebut terjadi pada, Jumat (25/12/2020) sekira pukul 03.30 WIB.
"Saat korban keluar dari kantor bersama teman-temannya itu lah kemudian dihadang pelaku dan diculik. Setelah itu dibawa ke daerah Pasar Induk dan mereka berganti kendaraan lalu berangkat ke rest area arah Bogor," terang Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (30/12/2020).
Yusri mengatakan, korban kemudian diculik oleh para pelaku dan dibawa ke rest area KM 34 Tol Jagorawi arah Bogor.
Ketika detik-detik penculikan sebenarnya rekan korban sempat berupaya menolong. Namun justru rekan korban pun menjadi sasaran penganiayaan pelaku.
Menurut Yusri, kurang dari 24 jam polisi berhasil membekuk para pelaku di rest area Tol Jagorawi Km 34. Korban kemudian juga diamankan dari tangan pelaku.
"Setelah mem-profiling korban dan pelaku ditemukan di sana sekitar pukul 13.00 WIB siang," tuturnya.
Baca Juga: Bikin Skenario Penculikan, Anak di Bawah Umur Bunuh Bocah 5 Tahun
Adapun enam tersangka penculikan tersebut antara lain pria berinisial IS, EM, MTS, SPL, MM dan seorang wanita berinisial IF.
Berdasarkan penyelidikan, korban dituduh belum melunasi utang Rp 7 M. Padahal, pengakuan korban sebanyak Rp 5 M sudah dibayarkan.
Yusri menambahkan, diduga penculikan ini didalangi oleh AR yang merupakan orang yang meminjamkan uang kepada korban.
AR kemudian menyuruh pelaku MM yang merupakan anak kandungnya.
"Ada niat jahat para pelaku ini coba menghilangkan bukti pembayaran yang sudah dibayar Rp 5 M, jadi tetap dia tagih Rp 7 M," tuturnya.
Lebih lanjut, polisi kekinian sedang memburu AR diduga sebagai dalang dari adanya aksi penculikan tersebut.
Berita Terkait
-
Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!
-
Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
-
Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya
-
Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?
-
Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
Terkini
-
Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot
-
Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G
-
Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta
-
Ingin Perbarui Tampilan Rumah? 8 Merek Home and Living Hadir di IDD
-
Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa