- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Kantor PBNU di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.
- Pertemuan membahas pemanfaatan jaringan NU untuk program pemerintah serta konsultasi regulasi investasi internasional.
- Pemerintah menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan siap mendukung inisiatif investasi yang diajukan PBNU.
SuaraJakarta.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Kunjungan ini dilakukan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.
Dalam pertemuan itu, Purbaya bertemu Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya untuk membahas sejumlah potensi kerja sama antara pemerintah dan organisasi keagamaan tersebut.
Gus Yahya mengatakan pembahasan dalam audiensi itu mencakup berbagai agenda nasional, termasuk pemanfaatan jaringan organisasi NU untuk mendukung program-program pemerintah hingga peluang investasi yang tengah dijajaki PBNU.
"Kami diskusi banyak hal, yang intinya adalah bahwa pertama, NU memiliki jaringan struktur organisasi yang bisa kami tawarkan sebagai channel untuk menghantarkan agenda-agenda nasional pemerintah ke masyarakat," kata Gus Yahya dilansir Antara, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan kerja sama PBNU dengan pemerintah sebenarnya telah berjalan sejak akhir 2022. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, salah satunya Gerakan Keluarga Maslahat.
Selain itu, PBNU kini mulai membuka peluang investasi bersama berbagai entitas internasional. Karena itu, pihaknya meminta masukan kepada Kementerian Keuangan terkait regulasi, jalur yang harus ditempuh, serta ketentuan yang perlu dipenuhi dalam merealisasikan investasi tersebut.
"Kami tadi mengkonsultasikan dengan Pak Menteri Keuangan terkait regulasi, terkait channel-channel yang harus kami akses, dan apa saja norma-norma yang harus diikuti dalam soal investasi," ujarnya.
Menurut Gus Yahya, seluruh langkah yang dilakukan PBNU bertujuan mendukung kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?
"Alhamdulillah, Pak Menteri membuka diri untuk membantu NU dalam hal ini, karena apa pun NU dalam semua yang dikerjakan tidak ada tujuan selain untuk membantu negara dan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Purbaya mengatakan pemerintah menyambut baik berbagai gagasan kerja sama yang disampaikan PBNU, terutama yang berkaitan dengan hilirisasi dan industrialisasi.
"Kalau pemerintah bisa bantu itu, saya pikir akan bagus, sehingga proyeknya bisa berjalan lebih lancar. Tadi untuk ide-ide investasi kita akan pelajari, kalau memang bisa berjalan sesuai dengan pattern yang ada dan terkendali, kita akan support apa yang dilakukan atau diinisiasi oleh NU," kata Purbaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Jelang Muktamar PBNU, Menkeu Purbaya Sowan ke Gus Yahya, Ada Apa?
-
Hexnode Tunjuk Ingram Micro sebagai Distributor Resmi Solusi Endpoint Management di Indonesia
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek
-
BRI Bersama PERBANAS Perkuat Ekosistem Keuangan Digital yang Aman
-
Masuk Jajaran 10 Hotel ibis Terbaik Dunia, Ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Promo Menginap Spesial