SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah hampir merampungkan pengerjaan pemakaman khusus pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum atau TPU Rorotan, Jakarta Utara.
Meski belum sepenuhnya selesai, pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Rorotan sudah bisa dilakukan.
Kepala Dinas Bina Marga, Hari Nugroho mengatakan, pembukaan lahan makam seluas 2 hektar bidang tanah sudah diselesaikan pihaknya.
Namun untuk pemanfaatannya sudah dipakai berapa sampai sekarang, ia tak tahu rincinya karena dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI.
"(TPU Rorotan) Sudah (bisa digunakan). Kalau masalah dapat berapa, Dinas Pertamanan yang tahu persis," ujar Hari saat dikonfirmasi, Selasa (12/1/2021).
Hari menyebut pihaknya hanya mengerjakan akses jalan masuk ke TPU Rorotan dan pematangan lahan untuk makam. Ia menyebut pekerjaannya sudah dirampungkan.
"2 HA pertama untuk akses jalan dan lahan. (Sudah beres ya?) Iya," jelasnya.
Karena itu, lahan makam yang ditargetkan akan menambah kapasitas pemakaman yang menipis di tengah pandemi Covid-19 ini diperkirakan sudah hampir rampung. Namun ia tak menyebut rincian apa yang harus dikerjakan selanjutnya.
"Kita bantu alat aja untuk bukan lahan sama jalan depan. Kalau kita bicara tahapan pertama untuk buka 2 HA sih sudah hampir selesai," pungkasnya.
Baca Juga: Pemprov DKI Buka Pendaftaran Pelacak Kontak Covid-19, Minat? Ini Syaratnya
Rencana Pemprov DKI Jakarta menambah lahan di TPU Rorotan, Jakarta Utara sebagai pemakaman Covid-19 meleset dari target.
Pasalnya hingga di penghujung Desember 2020, pengerjaannya belum juga rampung.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza mengatakan pengerjaan tahap pertama untuk lahan makam Covid-19 itu seluas 8.000 meter persegi.
Total ada 2 hektar lahan yang akan bisa dijadikan 1.500 petak makam baru.
"Tahap pertama seluas 8000 meter dari 2 HA yang dapat menampung sekitar 1.500 petak makam. Kami akan terus melakukan pemasangan lahan di TPU rorotan yang seluas 25 HA," ujar Riza melalui akun Instagram-nya, Kamis (31/12/2020).
Rencana ini sebenarnya sudah diumumkan dua bulan lalu. Bahkan pematangan lahan makam disebut Kepala Dinas Bina Marga DKI Hari Nugroho sudah dimulai sejak 17 September 2020.
Berita Terkait
-
Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca Hingga 22 Januari
-
DPRD DKI Pastikan Tiang Monorel Rasuna Said Kembali ke Adhi Karya usai Dibongkar Pemprov
-
Antisipasi Banjir, Jakarta Selatan Siagakan Puluhan Pompa Air di Titik Rawan
-
109 Tiang Monorel Mangkrak di Rasuna Said Mulai Dibongkar
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
Terkini
-
Akselerasi Livin by Mandiri memudahkan transaksi sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat.
-
5 Tren Fashion Pengganti Gorpcore Setelah Salomon, Dari Retro Skate hingga Gaya Anti Mainstream
-
Evakuasi Belum Berhasil, Ini 6 Fakta Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Maros
-
Dulu Dibilang Terlalu Besar, Kini Jadi Rebutan: Vans Knu Skool Bangkit Lagi
-
Cek Fakta: Benarkah Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan?