SuaraJakarta.id - Tata cara melayat jenazah pasien Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum/TPU khusus Covid-19 berbeda dengan pemakaman pada umumnya. Terdapat sejumlah protokol kesehatan yang harus ditaati para pelayat.
Kepala Satuan Pelaksana TPU Zona 20 Kecamatan Cipayung, Koko menuturkan, jumlah pelayat yang diizinkan mendekati makam sangat dibatasi.
“Sekitar empat sampai lima orang” ujarnya saat ditemui Suara.com di TPU Bambu Apus, Cipayung,Jakarta Timur, Selasa (23/2/2021).
Koko pun menuturkan, seperti di TPU Bambu Apus, saat ambulans tiba akan di arahkan ke titik penurunan jenazah. Kemudian diangkut menggunakan gerobak menuju liang lahat yang sudah digali sebelumnya.
Saat jenazah diturunkan ke liang lahat, tidak boleh satu orangpun selain petugas yang diizinkan mendekat. Namun, saat jenazah telah diturunkan, anggota keluarga baru boleh diizinkan mendekat, itu jumlahnya hanya satu orang untuk adzan.
“Dipanggil anggota keluarganya satu orang masuk untuk adzan,” ujar Koko.
Kemudian usai diadzakan, makam akan langsung ditimbun dengan tanah. Setelahnya, para anggota keluarga dengan jumlah yang terbatas diizinkan mendekat.
“Mereka juga tidak boleh berlama-lama, harus segera meninggalkan lokasi setelah selesai menabur bunga dan mendoakan,” jelas Koko.
Terakhir saat hendak meninggalkan lokasi pemakaman, para anggota keluarga yang baru saja melayat akan disemprot disinfektan oleh petugas di pintu keluar.
Baca Juga: Daya Tampung TPU Bambu Apus Buat Pemakaman Covid-19 Makin Berkurang
“Setelah itu baru ada penyemprotan disinfektan,” tuturnya.
Sampai saat ini jumlah korban jiwa akibat Covid-19 di Indonesia terus meningkat, pada Selasa (23/2) bertambah sebanyak 323 sehingga secara keseluruhan telah mencapai 35.014 korban.
Sementara pertambahan kasus baru terkonfirmasi positif mencapai 9.775, sehingga akumulasi kasus Covid-19 di Tanah Air sebanyak 1.298.608 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal