SuaraJakarta.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait pemasangan plang bus stop di Jalan Pondok Jaya, Pondok Aren, yang viral karena tak pernah ada bus umum yang melalui area tersebut.
Polemik plang bus stop tersebut viral setelah akun @tangsel.update menggunggah kiriman dari netizen @aanzamb*** beberapa waktu lalu.
Pemasangan rambu bus stop itu diduga hanya menghabis-habiskan anggaran saja. Sebab, sepengetahuan netizen tersebut, tak pernah ada bus umum yang lewat area Jalan Pondok Jaya, Pondok Aren.
Menanggapi hal ini, Kasi Rekayasa Lalu Lintas Dishub Tangsel, Aristyo menjelaskan, meski bergambar seperti mobil bus, makna rambu bus stop tak hanya berlaku untuk bus umum. Berlaku untuk semua jenis angkutan umum yang ada di wilayah tersebut.
"Itu sebenarnya kalau menurut pemahaman saya, itu untuk mengakomodir angkutan umum yang ada di sana. Di sana, ada angkot, berarti untuk angkot," kata Aristyo saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (26/2/2021).
Aristyo menjelaskan, pemasangan rambu bus stop itu telah diatur dalam peraturan tentang Rambu Lalu Lintas, mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2014 untuk Petunjuk Lokasi Pemberhentian Mobil Bus Umum (termasuk angkot) menggunakan rambu nomor 5d1, untuk pangkalan taksi rambu nomor 5d2, untuk bajaj/bemo rambu nomor 5d3.
"Di dalam aturan juga ada plang bus stop itu untuk angkutan umum. Ada penjelasannya terkait dengan rambu tersebut fungsinya seperti apa. Karena rambu yang gambar angkot berhenti itu enggak ada, adanya bus stop. Itu kan internasional juga, kita enggak bisa bikin sendiri, ngarang sendiri," paparnya.
Aristyo menegaskan, pemasangan rambu bus stop di Jalan Pondok Jaya, Pondok Arena, tersebut bukan untuk buang-buang anggaran.
"Rambu itu bukan buang-buang anggaran, tapi buat pelayanan publik. Fungsinya tidak hanya bus, tapi juga untuk semua angkutan umum. Kurang baca aja itu netizennya," pungkasnya.
Baca Juga: Viral Polisi Baca Ayat Kursi Saat Divaksin, Yusuf Mansur: Zikir dari Hati
Habisin Biaya
Sebelumnya, netizen @aanzamb*** sempat mempertanyakan fungsi dari plang bus stop di Jalan Pondok Jaya, Pondok Aren, Tangsel tersebut.
Ia merasa heran dengan pemasangan plang itu yang dianggap tak relevan karena jalan tersebut tak pernah dilalui bus umum.
Ia juga menganggap pemasangan rambu bus stop itu hanya bentuk buang-buang duit.
"Cuma ada plang stop bus doang, tapi perasaan gua seumur-umur dari kecil gak ada bus lewat sini. Kalau kata baba gua mah: ‘Layamutu wala yahya’ Gak bermutu tpi ngbisin biaya," tulisnya sambil menandai sejumlah akun instagram lainnya @tangsel_update, @tangsel.life dan @infotangsel.co dikutip SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Jumat (26/2/2021).
Untuk mengonfirmasi hal itu, SuaraJakarta.id mencoba mendatangi lokasi tersebut. Plang bus stop itu berada di depan bengkel las di Jalan Pondok Jaya.
Berita Terkait
-
Heboh Prajurit TNI Pukul Warga di Rangko hingga Babak Belur, Dandim Angkat Bicara
-
Cerai Berujung Bayar Rp28 Triliun, Bos Game Korea Serahkan 35 Persen Saham ke Mantan Istri
-
Akun Uan Hilang Saat Polemik Batal Manggung Gegara Bagasi, Netizen Desak Juicy Luicy Klarifikasi
-
Viral Terduga Guru Cabul di SMAN 1 Pamanukan, Ini Kronologi dan Isi Chat yang Beredar
-
Viral Video Arian Seringai Sebut Jokowi Bawa Sial hingga Seret Nama Presiden Prabowo
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Mengurangi Flek Hitam pada Usia 50 Tahun ke Atas? Ini 7 Rekomendasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa di Jakarta, 100 Dus Masker Dibagikan
-
Yohanis Agabi Mahuze: Jangan Biarkan Adat Malind Maklew Terputus di Tengah Zaman
-
746 Siswa Jakarta Putus Sekolah pada 2025, Politisi PSI Salurkan Beasiswa
-
Akses Bank Makin Luas, BRI Siap Eksekusi Arahan Presiden Prabowo