Sebelum itu, Nengsih mengaku sudah mendapat bocoran info adanya gerombolan pemotor bersajam yang sedang beraksi Minggu (7/3/2021) dini hari.
Nengsih kemudian menutup lebih cepat warungnya agar tak jadi sasaran penyerangan kawanan itu.
"Ada tamu yang bilang, 'itu di belakang ada yang ribut-ribut gitu'. Ya sudah saya langsung tutup, orang pada ketakutan. Sudah khawatir banget saya ketakutan. Takutnya diapa-apain," ungkapnya.
Ditodong Golok
Pemilik warung lainnya yang berinisial NP mengaku, warungnya dirusak. Pelaku bahkan meminta rokok secara paksa hingga memecahkan kaca etalase miliknya.
"Kejadiannya sekitar jam 2, ini kan saya juga buka kafe dan belum tutup. Tahu-tahu dia datang bawa samurai, bikin rusuh. Tamu-tamu saya ketakutan dan langsung pada lari. Sampai ada satu motor yang ketinggalan," katanya.
"Nah habis itu dia ke sini (ke warung) maksa minta rokok. Karena yang jaga warung saya takut, akhirnya dikasih. Tapi kaca etalasenya sudah digetok, pecah," sambung wanita 39 tahun itu.
Di tempat yang sama, penjaga warung milik NP, DRS menuturkan, peristiwa pada Minggu dini hari itu sangat menegangkan. Hal itu lantaran ia ditodong dengan sajam oleh salah seorang pelaku.
Ia menceritakan, penodongan bermula ketika gerombolan pemotor bersajam tersebut lewat di jalan sekitar warung dan sambil meneriaki salah seorang yang tengah duduk di depan warung milik N. Teriakan tersebut, lalu dibalas dan akhirnya menimbulkan keributan.
Baca Juga: Gerombolan Pemotor Bersajam Teror Warga Pondok Aren, Doni: Pokoknya Ngeri
"Teriaknya kayak ngejek gitu, terus disahutin sama yang duduk di motor. Habis itu rombongan itu berhenti dan langsung mengeluarkan sajam. Golok, samurai dan celurit yang kita lihat," tuturnya yang menyebut ada lebih dari 10 orang yang membawa sajam.
Usai gerombolan itu mengeluarkan sajam, dirinya berencana menutup warung. Tapi urung terjadi lantaran ada dua motor temannya yang terparkir di depan warung. Dia khawatir jika warung ditutup, motor tersebut jadi incaran berikutnya.
Meski begitu, warungnya pun tetap jadi sasaran. Salah seorang pelaku gerombolan pemotor bersajam itu meminta rokok secara paksa hingga memecahkan kaca etalase.
"Kita ditodong pakai golok, dimintain rokok. Ya mau gak mau kita kasihlah daripada dibacok. Kaca dipecahin, digetok, ngancem. Kita kasih 5 bungkus, ya sudah (setelahnya mereka) pergi," paparnya.
Akibat insiden itu, ia mengaku masih was-was dan menutup sementara warungnya.
"Kalau resah pastilah. Kan enggak jelas itu, masalahnya apa, siapanya. Tapi malah warga sekitar yang kena," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Prajurit TNI AL Dikeroyok di Matraman Gara-gara Senggolan, Dipukul Helm hingga Ditendangi
-
"Paket Santet" Hadirkan Teror Lewat Kiriman Online dan Dendam Masa Lalu
-
Walkot Tangsel Naik Tank Saat HUT RI Kena Semprot Netizen: Jalan Benerin, Bukan Dadah-Dadah
-
Mata Bengkak dan Motor Hancur, Nasib Pilu Rezza Dikeroyok Rombongan Pengantar Jenazah Lawan Arah
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 JICC: Ekosistem Halal dan Edukasi Dalam Satu Gelaran
-
Design dan Object di IDD, Saat Kursi hingga Cangkir Jadi Bagian Penting Sebuah Ruang
-
Tim ERT Gosowong Hadir di Tengah Duka, Bantu Warga NTT Bangkit Pascagempa
-
Terbang dari Gamalama-Gamkonora, Zita Anjani Buktikan Perempuan Punya Ruang untuk Bereksplorasi
-
BRI KPR Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Tawarkan Tenor hingga 30 Tahun