SuaraJakarta.id - Penyegelan Yayasan Husnul Khotimah Indonesia dan PT Kharisma Husada Indonesia berbuntut panjang. Yayasan tersebut disegel setelah digeruduk warga karena dianggap meresahkan melakukan aktivitas pemandian jenazah diduga Covid-19.
Kini, masalah baru muncul. Sebab ada warga yang mempersoalkan adanya jenazah warga negara asing (WNA) Nigeria yang diurus yayasan tersebut dan dimakamkan di tempat pemakaman bukan umum (TPBU) warga sekitar.
Akibatnya, warga meminta agar makam tersebut dibongkar dan dipindahkan ke tempat lain. Lantaran bukan berasal dari warga Kelurahan Perigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Hal itu diungkapkan H Yahya Muhtadin, salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Perigi Baru, Pondok Aren, Tangsel.
Dia mengaku ditunjuk oleh warga untuk menuntaskan persoalan tersebut.
Yahya membenarkan, adanya jenazah WN Nigeria Keita Osumane yang dimakamkan di TPBU Serut. Diketahui, jenazah itu satu dari lima orang yang diurus oleh Yayasan Husnul Khotimah Indonesia milik Abdul Rojak.
Hal itu ia ketahui usai muncul desakan warga yang resah dengan adanya aktivitas pengurusan jenazah di yayasan itu. Mulai dari pemandian, penguburan hingga kremasi. Bahkan bisa dilakukan di dalam dan luar kota.
"Jelas-jelas nggak terima. Pertama tanah makam hak rakyat. Kedua orang yang dimakamkan berasal dari mana-mana, secara sembunyi-sembunyi lagi. Yang diketahui persis yang warga Nigeria namanya Keita Ousmane," kata Yahya saat ditemui SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Sabtu (20/3/2021).
Yahya mengaku, pihaknya sudah menanyakan pengurus atau amil di TPBU Serut tersebut terkait pemakaman salah satu WNA Nigeria. Diketahui, dari satu pemakaman, pihak amil atau pengurus makam mendapat bayaran Rp 3 juta.
Baca Juga: Terkuak, Yayasan Yatim di Tangsel Pekerjakan Remaja, Disuruh Cari Sumbangan
Yahya pun menegaskan, pihaknya meminta agar lima makam yang bukan warga Kelurahan Perigi Baru Tangsel itu pun dibongkar dan dipindahkan.
"Keputusannya, gali ini makam. Ini kemauan masyarakat secara serentak, gali," tegasnya.
Yahya pun kemudian mengajak SuaraJakarta.id untuk melihat lima makam yang diurus oleh yayasan pemandian jenazah milik Abdul Rojak tersebut.
TPBU Serut tersebut terletak di Kampung Ciledug, Keluraha Perigi Baru, Pondok Aren. Makam yang memiliki luas 5.200 meter itu dikhususkan untuk warga RW 03 dan 06 kelurahan tersebut.
Pantauan SuaraJakarta.id, keberadaan lima makam termasuk makam WN Nigeria itu ditempatkan di lahan terpencil yang tak mudah ditemukan para peziarah. Berada di sekitar semak-semak.
Meski begitu, lima makam itu ditempatkan terpisah. Dua makam ada di sisi kiri dari pintu masuk makam, dan tiga makam lainnya ada di ujung sebelah kanan makam di semak belukar. Dari lima makam tersebut, ada satu makam misterius, lantaran tak ada batu nisannya.
Berita Terkait
-
Pengalaman Horor Kang Pentol, Bertemu Dua Perempuan Misterius dekat Makam
-
Guruh Soekarnoputra Akan Dikebumikan di Samping Makam Fatmawati
-
Niti Rumat: Ketika Kurator Seni Rupa Tak Hanya Pameran, tapi Juga Merawat Sejarah
-
Terbentur Waktu dan Kajian Berbelit, Pengadaan Lahan Pemakaman Jakarta Tertunda hingga 2027
-
Ekshumasi Sutrimo Sudah Sebulan Berlalu, Polisi Siap Umumkan Hasil Pekan Ini
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Semangat Local Heart Lewat CSR dengan Sahabat Anak Cijantung
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Gus Ipul Tegaskan Fitnah Harus Diuji melalui Proses Hukum
-
Bukan Sekadar Nobar, Momen Kaesang Pangarep Berbincang dan Berfoto Bersama Anak Disabilitas