SuaraJakarta.id - Selebgram sekaligus dokter, Dokter Tirta menilai masyarakat sudah lelah dengan COVID-19. Ini juga yang menyebabkan warga berani berbondong-bondong ke Tanah Abang hingga menyebabkan kerumunan yang parah, lalu akhirnya viral.
Ribuan masyarakat membludak di Tanah Abang. Bahkan banyak titik di kawasan Tanah Abang yang membludak penuh dengan antrian ribuan manusia yang ingin membeli berbagai perlengkapan kebutuhan lebaran nantinya.
Dokter Tirta menilai jika masyarakat di awal sangat patuh terhadap instruksi pemerintah salah satunya untuk mentaati protokol kesehatan (prokes).
“Sejatinya, dari opini saya, saya yakin mayoritas warga Indonesia itu mengerti Covid. Terbukti di Maret-Mei 2020, bisa di cek di Google. Pro kontra biasalah. Tapi warga saat itu bener-bener taat,” kata dr Tirta lewat akun twitter @tirta_hudhi.
Lalu mulai muncul sebagian masyarakat yang tidak percaya Covid-19. Sebagian dari masyarakat ini lelah karena untuk menangani pandemi Covid-19 harus berlari maraton.
“Munculnya orang yang ga percaya Covid, itu karena rata-rata sebagian dari mereka telah lelah “berlari marathon”. Kita tau menangani pandemi itu bukan sprint race, tapi marathon. Dan warga ga semua kuat marathon ini,” kata Dokter Tirta.
Kini banyak masyarakat yang berhenti untuk melawan Covid-19 jika pandemi ini tiada akhir.
“Jika orang sudah lelah berlari Anda ga mungkin paksa dia berlari lagi. Dia akan berhenti sejenak dan tentu mulai denial. Buat apa saya berlari terus, jika pandemi ini tiada akhir?” katanya.
Dokter Tirta juga mengatakan masyarakat saat ini telah melawan keadaan pandemi Covid-19. Pasalnya, kebutuhan mereka adalah mencari makan.
Baca Juga: Stop Kereta Api Tujuan Tanah Abang, Bupati Iti Octavia Surati Menhub
“Mau ga mau dia stay di situ. Dan memaksa melawan keadaan. Anda mau paksa warga ini? Percuma. Karena warga yang sudah lelah ini merasa bukan anda yang kasih makan,” ungkapnya.
Berita Terkait
-
Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus
-
Tanah Abang Bergeliat: Tren Butter Yellow hingga Paper Silk Jadi Primadona
-
Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
-
Piala AFF 2026: Kalahkan Malaysia, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
Terkini
-
7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif
-
Budget Cuma 500 Ribu di 2026? Ini 7 Sepatu Lari Nyaman yang Banyak Dipakai Mahasiswa
-
Cuaca Ekstrem di Soetta: Atap Gate 7 Ambruk hingga 12 Penerbangan Terpaksa Dialihkan
-
Viral! Atap Terminal 3 Soetta Jebol Diterjang Hujan Deras, Penumpang Panik Berhamburan
-
Mencari Hening di Tengah Kota, Paskah di Akita Jadi Ruang Pulang bagi Umat Nasrani