SuaraJakarta.id - Jadwal KRL terbaru setelah KRL tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang karena banyaknya penumpang di tengah pandemi COVID-19. KRL tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang mulai Senin (3/5/2021) sore untuk mengantisipasi kepadatan penumpang menuju pasar dekat stasiun itu.
Pengguna KRL yang hendak turun di Stasiun Tanah Abang pada jam tersebut, diharuskan turun di stasiun alternatif terdekat, seperti Stasiun Karet, Stasiun Duri maupun Stasiun Angke.
"Rekan Commuters mulai 3 Mei 2021, pukul 15.00-19.00 WIB pengaturan pelayanan perjalanan KRL di Stasiun Tanah Abang mengalami perubahan untuk antisipasi potensi penyebaran Covid-19 akibat kepadatan aktivitas di kawasan Pasar Tanah Abang," tulis PT KCI lewat akun Twitter @CommuterLine yang dikutip di Jakarta, Senin siang.
Untuk perjalanan KRL dari Rangkasbitung, Parung Panjang, Serpong tujuan Tanah Abang pulang pergi, perjalanannya hanya sampai Stasiun Palmerah.
Sedangkan perjalanan KRL dengan relasi Depok, Bogor, Nambo-Jatinegara, Kampungbandan, Angke pulang pergi di Stasiun Tanah Abang tidak melayani naik dan turun pengguna.
"Di luar waktu yang sudah ditentukan terkait pengoperasian layanan penumpang di Stasiun Tanah Abang, layanan KRL tetap beroperasi normal seperti biasa," tulis PT KCI.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penyesuaian jadwal perjalanan dipertimbangkan karena sebagian besar pengunjung Pasar Tanah Abang datang menggunakan KRL.
Anies mengaku kebijakan ini menyesuaikan kondisi terkini Pasar Tanah Abang. KRL akan kembali beroperasi normal jika jumlah kepadatan pengunjung dapat terkendali.
"Nanti kita akan pantau seperti apa kondisinya. Apabila sudah tidak padat, mungkin akan beroperasi normal lagi," kata Anies.
Baca Juga: Layanan Vaksin Anak Terganggu, Risiko Rotavirus dan Hepatitis A Meningkat
Berita Terkait
-
Viral Keributan Pecah di Stasiun Tebet, Awalnya Adu Mulut Penumpang di Gerbong Wanita
-
Hercules Sentil Keras Menteri Ara Soal Lahan Tanah Abang: Jangan Pakai Otak Nakalmu Dulu!
-
Kawasan Kumuh Anak Kali Krukut Bakal Ditata Mulai 2027
-
KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor Pagi Ini, Dua Rangkaian Masih 'Opname' di Bukit Duri
-
Pramono Siap Tata Kampung Ambon hingga Kampung Boncos, Tanah Abang Jadi Contoh
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal