SuaraJakarta.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari PDI Perjuangan, Gilbert Simanjuntak menyayangkan terjadinya kerumunan pada akhir pekan menjelang lebaran di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Menurutnya pelanggaran protokol kesehatan ini seharusnya bisa dicegah sedari awal.
Karena itu, Gilber menilai Gubernur Anies Baswedan tidak fokus bekerja menjalankan pemerintahan DKI.
"Saya melihat kesan memang fokus Gubernur sedang tidak di DKI, tapi fokus ke yang lain. Seharusnya sewaktu klaster perkantoran naik, sudah harus diantisipasi," ujar Gilbert saat dikonfirmasi, Senin (3/4/2021).
Epidemiolog dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini juga menyebut berkurangnya tingkat kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sudah terlihat beberapa waktu belakangan ini. Misalnya seperti di kalangan tenaga pendidik dan meroketnya klaster perkantoran.
Selain itu, sudah menjadi rutinitas kalau Pasar Tanah Abang akan selalu penuh menjelang ramadhan dan lebaran. Melihat dua kondisi itu, Gilbert menilai Anies tidak bisa melakukan pencegahan.
"Jadi sudah harus diantisipasi sejak klaster perkantoran naik. Berjubelnya juga sejak awal sudah terlihat bahwa parkiran tidak sesuai protokol diisi 50 persen dan pengunjung penuh karena yidak diawasi, seharusnya sudah harus ditutup pintu masuk dan parkiran," ujarnya.
Ia menilai kerumunan Tanah Abang sebagai bentuk minimnya pengawasan dari Pemprov DKI. Karena itu agar tak terulang lagi, perlu ada pembatasan dan pemantauan secara ketat di pusat penjualan pakaian terbesar se-Asia Tenggara itu.
"Seharusnya dengan mengamati di dalam pasar pengunjung semakin banyak maka pintu sudah harus ditutup. Lapor ke Polisi kalau tidak mampu," pungkasnya.
Baca Juga: DPRD DKI: Tempat yang Ramai Bukan Cuma di Tanah Abang
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
FIFGROUP Raih Penghargaan CSR Nasional Berkat Program Berkelanjutan dan Berdampak
-
Mas Dhito Lepas 126 Siswa Boarding School Passing Grade Terbaik untuk Masuk Perguruan Tinggi
-
Spesifikasi dan Harga AirPods 4 Terbaru Evolusi TWS Open-Ear Terbaik Apple
-
Gemakan Menuju Indonesia Bangkrut, Mahasiswa Gelar Aksi di Bundaran HI
-
Pemuda Bayar Motor Rp12 Juta dengan Uang Palsu, Modusnya Terbongkar dalam Hitungan Menit