SuaraJakarta.id - Sejumlah warga nekat melakukan mudik lebih awal sebelum kebijakan larangan mudik berlaku 6-17 Mei 2021.
Di sejumlah PO bus di exit Tol Bitung misalnya, para pemudik lalu lalang menunggu dan naik bus tujuan daerahnya masing-masing. Mulai dari Sumatera hingga Jawa.
Salah satunya Mas Amid. Dirinya sengaja pulang kampung hari ini sebelum dilarang mudik mulai Kamis (6/5/2021) besok.
Pria 34 tahun itu mengatakan, pulang kampung ke Purwodadi, Jawa Tengah, dengan naik bus pariwisata. Itu lantaran bus yang biasa ia naiki sudah penuh.
Di Kabupaten Tangerang, Amid bekerja sebagai kuli bangunan di kawasan Milenium Tigarakasa. Di sana, ia baru bekerja tiga minggu sejak sebelum puasa Ramadan.
"Sengaja hari ini mudiknya. Bisa nggak bisa, hari ini harus sudah keluar dari Tangerang. Ke bos juga maksa, bisa nggak bisa hari ini harus keluar gajiannya," katanya ditemui SuaraJakarta.id di salah satu PO bus di Bitung, Kabupaten Tangerang, Rabu (5/5/2021).
Amid sendiri terpaksa menelan pil pahit harus mengeluarkan kocek lebih untuk mudik ke Purwodadi.
Bila biasanya membayar Rp 210 ribu, kini ia harus mengeluarkan uang Rp 300 ribu per orang.
"Sekarang pulangnya naik bus pariwisata, tiketnya Rp 300 ribu, kalau normal Rp 210 ribu. Berarti (naik) Rp 90 ribu. Nanti mah katanya lebih mahal lagi, Rp 500 ribu," ungkapnya.
Baca Juga: Bak Film Action, 2 Mobil Kejar-kejaran dan Senggolan di Tol Buah Batu
Amid menuturkan, saat ini untuk mendapatkan bus untuk mudik sudah cukup sulit. Meskipun ada, tetapi harus menunggu beberapa jam.
"Sudah pada penuh. Saya aja dijanjiin setengah jam lagi bus datang. Tapi sudah satu jam setengah belum ada juga busnya. Tadi ada jam 2 siang, penuh. Sekarang belum tahu ada lagi jam berapa. Ini masih nunggu," tuturnya.
Menurutnya, jarak dari Tangerang ke kampung halamannya di Purwodadi, normalnya bisa ditempuh dalam waktu 9 jam. Jika berangkat pukul 19.00 WIB, ia bakal sampai sekira jam 03.00 WIB.
Larangan Mudik
Terkait kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan pemerintah, Amid mengaku keberatan. Namun demikian ia tak bisa berkutik.
Jika pun nantinya ia diputar balik, tak bisa mudik ke Purwodadi di perjalanan, Amid mengaku hanya bisa pasrah.
Berita Terkait
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Persib Menjauh, Mental Juara Borneo FC Diuji Saat Jamu Persita
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!
-
Langit Tangsel Memburuk, Pemkot Siapkan Sanksi Denda hingga Genjot Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Kalah dari Persita Tangerang, Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Yogyakarta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Carbon Plate Termurah: Bisa Ngebut Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
Recap Gaya Lari Sudirman: 7 Tren Sepatu Paling Mencuri Perhatian Bulan Ini, Stylish & Nyaman