SuaraJakarta.id - Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memetakan lokasi yang menjadi fokus dari titik penyekatan mudik. Penyekatan dilakukan terkait kebijakan larangan mudik oleh pemerintah pusat.
Larangan mudik ini berlaku dari 6-17 Mei 2021, guna mengurangi risiko penyebaran dan penularan Covid-19.
Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang telah memfokuskan lokasi yang jadi fokus titik penyekatan mudik.
Berikut daftar tujuh lokasi penyekatan mudik di Kabupaten Tangerang:
- Simpang Bitung
- Jayanti, perbatasan Serang
- Tanara, perbatasan Serang
- Kronjo
- Kresek
- Solear
- Citra Raya
Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas pada Bidang Lalu Lintas, Dishub Kabupaten Tangerang, R A Benny Purwana mengatakan, pihaknya juga mendirikan posko penyekatan mudik di beberapa lokasi titik keluar masuk pemudik dari dan menuju Tangerang.
“Seperti di Gerbang Tol Balaraja Barat, Gerbang Tol Balaraja Timur, Gerbang Tol Cikupa, Gerbang Tol Kedaton, Rest Area 43, dan Rest Area 45, serta di perbatasan antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Lebak,” ujarnya dikutip SuaraJakarta.id dari laman resmi Pemkab Tangerang, Rabu (5/5/2021).
"Jadi titik-titik itulah yang akan menjadi prioritas lokasi penyekatan. Petugas gabungan ini, akan bersiaga di posko penyekatan selama 24 jam," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Tangerang, Sukri mengatakan, pihaknya mengerahkan ratusan personel pada beberapa titik posko penyekatan mudik.
"Dishub Kabupaten Tangerang mengerahkan sebanyak 350 personil dengan 10 kendaraan operasional lalin roda 4, 20 kendaraan roda 2 dan 8 armada truk PJU, di 15 titik penyekatan di wilayah Kabupaten Tangerang," paparnya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Larang ASN Mudik, Kecuali...
Lanjutnya, ia juga mengatakan bahwa Dishub Kabupaten Tangerang telah melakukan sosialisasi kepada PO dan agen perjalanan bus terkait larangan mudik.
Dishub Kabupaten Tangerang, kata dia, telah meminta PO dan agen bus menghentikan pelayanan aktivitas transportasi massal mulai tanggal 6-24 Mei mendatang.
Selain ada pengerahan anggota yang telah ditetapkan, Dishub Kabupaten Tangerang juga menyiapkan sejumalh peralatan. Diantaranya barrier beton, water berrier dan Raccoon Tracks disamping rambu pendukung lain untuk memutar balik para pelanggar mudik.
Berita Terkait
-
Membongkar Jebakan Kemiskinan Spasial Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang
-
Siswa 13 Tahun Tewas di Sekolah Internasional Gading Serpong, Diduga Jatuh dari Lantai 8
-
Cegah Pencemaran, TPA di Jabodetabek Diminta Tutup Tumpukan Sampah
-
Kelas Rusak, Guru Mengundurkan Diri: Realitas Miris di SMK Al-Anshor Tangerang
-
TPA Jatiwaringin Kritis, Tersisa 6 Hektar dari 31 Hektar Lahan
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Carbon Plate Termurah: Bisa Ngebut Tanpa Bikin Dompet Menjerit
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
Recap Gaya Lari Sudirman: 7 Tren Sepatu Paling Mencuri Perhatian Bulan Ini, Stylish & Nyaman