SuaraJakarta.id - Sebanyak 16.537 kendaraan diusir di penyekatan mudik se-Indonesia. Lokasi penyekatan itu tersebar di 381 titik penyekatan yang tersebar di Sumatera, Jawa, hingga Bali.
Penyekatan dilakukan dalam larangan mudik Lebaran 6-17 Mei 2021.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, petugas kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap total 111.457 kendaraan selama larangan mudik Lebaran 2021.
"Dari 111.457 unit kendaraan bermotor yang kita periksa, ada sebanyak 16.537 unit kendaraan yang diputarbalikkan atau balik arah, karena tidak memenuhi syarat dokumen perjalanan," ujarnya, Senin (10/5/2021).
Pada 381 titik penyekatan di Sumatera, Jawa, Bali tersebut dilakukan di 22 titik ruas jalan tol, 147 titik pada ruas jalan non tol atau jalan arteri, serta 212 lainnya berada di jalur alternatif.
"Dari 16.537 kendaraan yang kita putar balikkan, paling banyak yakni kendaraan bermotor roda empat pribadi sebanyak 8.318 unit, kemudian menyusul 6.868 kendaraan bermotor roda dua, 911 unit kendaraan bermotor roda empat penumpang dan 440 unit kendaraan bermotor barang (truk dan sejenisnya)," jelasnya.
Tak hanya itu, sebanyak 11 unit travel gelap turut diamankan oleh petugas kepolisian di hari ketiga pelarangan mudik ini.
Petugas yang berjaga di titik penyekatan pun melakukan 1.071 tes rapid antigen kepada pengendara dan membagikan sebanyak 10.528 masker.
Istiono mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan, demi keselamatan bersama dan mengurangi dampak penyebaran Covid-19.
Baca Juga: Beraksi di Sumut, Pencuri Mobil Asal Riau Ditembak Polisi
"Sehingga Operasi Ketupat 2021 secara nasional untuk situasi Kamseltibcarlantas semuanya ini berjalan dengan aman lancar," imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 mulai berlaku pada tanggal 6-17 Mei 2021. Khusus di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), terdapat 14 titik penyekatan dan 17 titik cek poin yang disiapkan selama larangan mudik lebaran tahun ini.
Berita Terkait
-
Taj Yasin Kunjungi Keluarga Syabilla, Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov
-
Sindikat Curanmor Sumatera Terbongkar, 12 Tersangka dan 21 Motor Diamankan
-
PSMS Tekuk PSIS 2-1, Gubernur Bobby Nasution Optimistis Ayam Kinantan Menuju ke Super League
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas
-
Ada Potensi Kerugian Negara Rp104 Triliun, DPR Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut
-
Kampanye Indonesia Asri dan Universitas Indonesia Gagas Implementasi Circular Campus
-
Dirjen Bina Adwil: Dana Otsus Aceh Pasca-2027 Harus Berorientasi Hasil dan Kemandirian Fiskal