Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Rabu, 26 Mei 2021 | 07:04 WIB
Pria ngamuk ke kurir COD dan ancam pakai samurai viral di media sosial. [Tangkapan layar Instagram@jabodetabekcom]

SuaraJakarta.id - Insiden customer pria ngamuk ke kurir lantaran barang yang dibeli dengan sistem cash on delivery (COD) tak sesuai pesanan, kembali terjadi.

Kali ini, insiden pria ngamuk ke kurir COD disebutkan terjadi di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tepatnya di Jalan Musyawarah Gg. Ayanah Kp. Parung Benying RT 003/01, Desa Serua Ciputat, Tangsel, Banten.

Dalam peristiwa itu, seorang kurir diancam dengan samurai oleh pria yang kesal pesanannya tak sesuai. Video pengancaman itu sengaja direkam oleh sang kurir.

Baca Juga: Viral Pria Ancam Kurir dengan Pedang, Warganet Salfok ke Tulisan di Bajunya

Video berdurasi 40 detik itu lantas viral di media sosial. Salah satunya diunggah akun Instagram @jabodetabekcom, Selasa (25/5/2021).

“Kalau tidak paham belanja barang melalui aplikasi online & pembayaran di tempat (COD), gak usah belanja!” tulis akun tersebut dalam narasi videonya yang dikutip Suara.com, Rabu (26/5/2021).

Ditambahkan oleh akun tersebut, customer ngamuk ke kurir dan ancam pakai samurai itu bernama M. Djafar Shidiq Ag, berprofesi sebagai penjual ayam kuning.

"Jadi dia belanja melalui salah satu aplikasi online dengan pembayaran COD, saat kurir sampai di rumahnya dan penerima langsung bayar & membuka barang pesanannya tidak sesuai pesanannya.”

“Ia mencaci-maki kurir yang telah mengantarkan barangnya. Customer tidak terima barangnya tidak sesuai. Dia langsung masuk ke dalam rumahnya dan mengambil sebuah golok untuk membacok kalau tidak mengembalikan uangnya,” demikian penuturan korban terkait kronologi pengancaman itu yang diunggah akun @jabodetabekcom.

Baca Juga: Kurir COD Diusir Pakai Golok, Pelanggan: Pesan Kerudung Datangnya Kolor

Dalam video viral itu tampak pria pengancam berdebat dengan kurir. Pria itu menyebut dirinya sudah pernah ketipu, makanya langsung membuka barang pesanannya yang ternyata tak sesuai.

Load More