SuaraJakarta.id - Sejarah Tambora Jakarta dan asal usul Tambora. Tambora, salah satu kawasan padat penduduk di Jakata yang sering kebakaran.
Tambora merupakan kecamatan yang terletak di kota Jakarta Barat, Tambora menjadi kawasan paling padat se-Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 273 ribu dengan luas wilayah 542 km persegi.
Meskipun bukan kawasan rawan banjir, tetapi daerah Tambora cukup rentan dengan kebakaran, sumber air di kawasan ini cukup jauh serta jalan yang sempit kadang menyulitkan petugas kebakaran untuk memadamkan si jago merah ini.
Meskipun demikian Tambora memiliki sejarah panjang hingga kehadirannya kini. Masjid Tambora yang terletak di Jalan Bandongan Masjid Nomor. 11 , Tambora Jakarta Barat yang menjadi cikal bakal daerah ini bernama Tambora.
Masjid yang di bangun sekitar abad ke-17 ini didirikan oleh dua orang kiai yang berasal dari Nusa Tenggara Barat, sehingga masjid ini dinamakan sama dengan sebuah gunung yang ada di daerah Sumbawa yaitu gunung Tambora. Nama Jl lokasi berdirinya masjid juga diubah guna menghormati jasa mereka.
Sejarah pendirian masjid Tambora ini pun memiliki beberapa versi. Versi pertama yaitu masjid Tambora dibangun sebagai ungkapan syukur KH Moestodjib dan Ki daeng setelah menjalani lima tahun kerja rodi, dikarenakan memberontak pemerintah kolonial Belanda saat itu.
Setelah mengakhiri hukuman kerja rodinya kedua ulama ini akhirnya menetap di Angke Duri, dan berkenalan dengan ulama setempat.
Namun setelah KH Moestodjib wafat kepemimpinan mesjid beralih kepada Imam Saiddin. Setelah itu terjadi beberapa pergantian kepemimpinan masjid Tambora ini dan pada 1959 didirikan Yayasan masjid Tambora untuk merawat tempay ini hingga kini.
Sedangkan versi kedua tentang sejarah dibalik pembangunan masjid ini adalah KH Moestodjib dan kawan Tionghoanya yang dibebaskan oleh pemerintahan kolonial Belanda karena tuduhan yand dilimpahkan ini tidak terbukti, sehingga sebagai gantinya pemerintah kolonial memberikan sebidang tanah kepada mereka.
Baca Juga: 11 Kisah Tragis Kebakaran Pasar Senen dari 1974 sampai 2021
Anggapan lain dari seorang penulis, Adolf Heuken yang berpendapat bahwa "Kadang H. Moestodjib dianggap dua orang, kadang hanya satu".
Persepektif lain dari berdirinya perkampungan Tambora, terkait dengan peran para pangeran asal Sumbawa dan Gowa dalam membantu pemberontakan Trunajaya 1677-1679.
Diketahui kesutanan Bima memiliki hubungan erat dengan kesultanan Gowa di Makassar. Seorang pangerang dari kesultanan Bima yaitu Nuruddin bersama laskar Gowa membantu pasukan Trunajaya untuk memerangi Amangkurat I dan Amangkurat II di Mataram yang berada di pihak VOC.
Sempat mengalami kekalahan, laskar Nuruddin bergabung dengan Sultan Ageng Tirtayasa di Banten, namun anak kerajaan Banten berkhianat akhirnga Nuruddin bersama 19 anggota laskarnya ditangkap oleh Belanda.
Berita Terkait
-
Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan
-
Tanpa Upah, Haruskah Kita Biarkan Relawan Berjuang dengan Uang Sendiri?
-
Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Gelar Aksi di Patung Kuda
-
Jeritan Asap Karhutla Membakar Daerah, Mahasiswa Trisakti Desak Satgas PKH Diadili
-
Shin Tae-yong Bongkar Rencana Persija di League Cup, Pratama Arhan dan Shayne Pattynama Siap Beraksi
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP
-
BWH Hotels Satukan Portofolio Global WorldHotels, Hadirkan Pengalaman Menginap Khas di Indonesia
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile