SuaraJakarta.id - Dengan ruang gerak yang terbatas, para disabilitas di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya melampaui batas. Disabilitas tak jadi pembatas. Justru pelecut semangat agar bisa hidup setara dan berkarya seperti orang non-disabilitas.
Para disabilitas yang berjuang melawan realitas itu mencoba setara dengan menjalankan bisnis kopi. Kedai kopi pun mereka rintis dan kembangkan yang diberi nama Kito Rato.
Kedai kopi itu dirintis oleh Rahmat Susanto (29), Muhamad Rizki (23) dan Rendy (26). Ketiganya merupakan penyandang disabilitas.
Mereka bersama-sama merintis kedai kopi Kito Rato di bawah naungan comunnity hub disabilitas Kita Setara. Kopi Kito Rato telah dirintis sejak tahun 2019. Satu hal yang
Uniknya usaha kopi itu bukan di pertokoan. Melainkan, di dalam mobil Volkswagen antik yang didesain untuk kedai kopi.
Mobil tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi dapur kopi. Mereka mendapatkan fasilitas itu berkat bantuan dari community social respon (CSR) sejumlah perusahaan.
"Jadi semuanya berawal dari Comunnity Hub punya kelompok disabilitas bernama Kita Setara. Di sana, semua disabilitas sama-sama punya semangat untuk memperjuangkan kesetaraan bahwa kita sama. Jadi kita ingin setara akhirnya tercetuslah Kito Rato saat itu," kata Rahmat mulai cerita saat ditemui SuaraJakarta.id.
Menuju Kesetaraan
Rahmat menerangkan, kopi dipilih menjadi pilihan usaha lantaran mengikuti tren dan dianggap potensial. Pasalnya, pada 2019, kecintaan masyarakat terhadap kopi seolah meningkat seiring dengan tumbuh subur kedai kopi dengan berbagai khas tersendiri.
Baca Juga: Mendadak Jadi Sales, Mensos Risma Lelang Dagangan Penyandang Disabilitas
"Waktu itu kopi sedang digandrungi. Kebetulan (kami) semua suka kopi, terbentuklah Kito Rato ini. Tak hanya sekadar usaha, tapi juga sebagai wadah memperjuangkan kesetaraan. Seperti semangat yang kita usung dengan kopi kita setara," ungkap Rahmat.
Nama Kito Rato memiliki arti kita setara, diambil dari bahasa Melayu. Alasannya, lantaran mereka bertiga berasal dari Sumatera.
"Kita ambil dari bahasa Melayu Sumatera karena semua disabilitas ini dari Sumatera. Saya dari Bangka Belitung, Rizki dari Aceh, Rendy dari Riau Pekanbaru. Artinya 'kita setara," paparnya.
Ketiganya, merupakan alumni pelatihan vokasi disabilitas di Cibong, Bogor berbeda angkatan. Meski sempat bekerja di perusahaan, tapi mereka akhirnya memutuskan untuk resign dan jualan kopi.
"Semangat kita semangat setara, menuju kesetaraan. Mereka awalnya bekerja. Karena darah Sumatera jiwa berdagang, akhirnya mereka resign dan memilih usaha akhirnya tercetus Kito Rato," paparnya.
"Kita pikir, kalau kita bisa buat kopi dengan kondisi kita seperti ini, bisa jadi sebuah inspirasi. Dan itu menjadi menu andalan kami, kopi susu inspirasi," sambung Rahmat.
Tag
Berita Terkait
-
Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Kirim Truk Kopi, Nam Ji Hyun Beri Dukungan Manis untuk Jang Nara dan PO
-
Generasi Muda Belum Melek Finansial, Perempuan dan Disabilitas Hadapi Tantangan Lebih Besar
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
MLSC All-Stars 2026: All-Stars Jakarta Amankan Tiket Final Usai Tekuk Yogyakarta
-
Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan
-
Salah Satu Bupati di Jambi Diduga Palsukan Akta Perusahaan Saat Jadi Notaris
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Swiss-Belresidences Kalibata Hadirkan Liburan Sekolah Lebih Ceria bersama SBEC Juniors