SuaraJakarta.id - Asal usul oplet, transportasi umum Jakarta tempo dulu yang melegenda. Oplet ini kerap tampil di sinetron lawas Si Doel Anak Sekolahan, dengan warna biru langit dan garis hitam memanjang di bagian kap mesin yang kala itu terlihat biasa, namun jadi buruan banyak orang zaman sekarang.
Oplet merupakan mobil penumpang yang memiliki kapasitas kecil.
Oplet merupakan sedan buatan Inggris dengan ban yang telah dimodifikasi. Merek dari Oplet adalah Austin yang terkadang disebut juga dengan Ostin oleh orang awam.
Sumber lain menyebutkan bahwa mobil sedan ini bermerek Morris Minor, Inggris. Kendaraan ini telah beroperasi di jalanan ibukota pada tahun 1930, meskipun demikian Oplet dalam pegoperasiannya masih sangat cukup terbatas yaitu di daerah Jakarta Timur.
Kemudian oplet digunakan secara luas setelah mendapatkan izin trayek resmi. Diketahui oplet merupakan salah satu alat perjuangan.
Dikutip dari historia.id, Mona Lohanda, sejarawan dan aspirasi terkemuka Indonesia, menjelaskan bahwa oplet hadir akan kebutuhan transportasi para kolonial di kota-kota besar seperti Batavia, Malang, dan Surabaya.
Oplet sempat dilarang pengoperasiannya pada masa pendudukan Jepang dan kembali hadir di Jakarta pada masa kemerdekaan.
Oplet terdiri dari dua bagian ruangan, untuk ruang depan digunakan oleh sopir atau pengemudi dan satu orang penumpang, ruangan kedua dikhususkan untuk para penumpang.
Oplet dapat mengangkut kurang lebih enam hingga delapan penumpang. Meskipun kala itu juga terdapat transportasi lainnya berupa trem, kebanyakan masyarakat memilih oplet karena pelayanan yang cepat serta ongkos yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Selamat Ultah Bang Ben, Mengenang Benyamin S, Seniman Legendaris Betawi
Kebanyakan mobil masa itu merupakan buatan dari bangsa Eropa sehingga tidak diimpor sehingga digunakan sebagai alat transportasi atau kebutuhan angkutan umum.
Untuk lantai dari oplet ini sendiri adalah terbuat kayu. Oplet-oplet di Batavia memiliki pintu di bagian belakang.
Beberapa sumber mengatakan bahwa jendela oplet terbuat dari kayu dan plastik yang dapat bergerak naik dan turun serupa jendela mobil masa kini namun juga ada yang menyebutkan bahwa oplet tak memiliki jendela alias bolong.
Atap dari oplet sendiri terbuat dari seng dan rangka kayu.
Kepopuleran oplet di Jakarta berada pada tahun 1960-1970an, karena bus ukuran besar yang jarang ditemukan di Ibukota. Oplet secara resmi dihentikan izin beroperasinya atas kebijakan Gubernur kala itu dibawah masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Tjikropranolo pada tahun 1980 karena dianggap semakin tua, dan menggantikannya dengan angkutan yang lebih modern seperti Mikrolet, Metromini, dan Koperasi Wana Kalpika atau kerap dikenal dengan nama KWK.
Sayang keberadaan dari Oplet kini hanya dapat dijumpai di Museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah.
Berita Terkait
-
Mandra Semprot Artis Zaman Sekarang, Sepelekan Persiapan Syuting
-
Diminta Perjuangkan Stadion Kandang Persija, Rano Karno Ingatkan Jakmania Adegan Si Doel Anak Sekolahan
-
Start dari Markas PDIP, Pramono - Rano Karno Bakal Naik Oplet saat Daftar Cagub-cawagub ke KPU Jakarta Hari Ini
-
Maju Pilgub DKI, Rano Karno Pernah Diusir dari Stadion GBK, Gara-gara Hal Konyol Ini
-
Memilih Tetap Single di Usia 57 Tahun, Alasan Suti Karno Adopsi Anak: Gue Butuh Teman
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event
-
5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP