Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Sabtu, 26 Juni 2021 | 11:15 WIB
Muwardi, supir ambulans jenazah COVID-19 di sela-sela waktu istirahat usai mengantarkan jenazah ke TPU Jombang, Ciputat, Kota Tangsel. [SuaraJakarta.id/Wivy]

"Awalnya panik. Sampai mandi aja di luar, pakai bak mandi di luar. Kasian anak-anak di rumah kalau sampai bawa virus ke rumah. Jadi selesai antar jenazah ke makam, ke kantor dulu, satu-dua jam mastiin steril," bebernya.

Pada Juni 2021 ini, bapak berusia 48 tahun ini merasa kewalahan lantaran lonjakan pasien COVID-19 yang meninggal.

Dalam sehari, Muwardi jemput-antar jenazah COVID-19 hingga lima jenazah. Bahkan ia melakukannya hingga larut malam.

"Kewalahan sih tenaganya, kemaren sampai jam 12 malam. Kita ambil jenazah dari pagi sampai malam. Jemput jenazahnya sekitar Jakarta-Serang yang KTP Tangsel," ungkap Muwardi.

Baca Juga: Kehabisan Stok, 3 Jenazah COVID-19 di TPU Jombang Tangsel Dimakamkan Tanpa Peti

Dengan memakai alat pelindung diri (APD), mulai dari penutup kepala, masker, baju hazmat dan sepatu boots, Muwardi harus fokus mengendarai ambulans dengan kecepatan tinggi.

"Intinya harus fokus. Karena di jalan macam-macam, ada pengendara yang ngerti langsung membuka jalan, ada juga yang menutup jalan mendadak. Kalau enggak fokus, bahaya," paparnya.

Kontributor : Wivy Hikmatullah

Load More