Scroll untuk membaca artikel
Rizki Nurmansyah
Kamis, 01 Juli 2021 | 08:05 WIB
Ilustrasi anak terpapar COVID-19.

SuaraJakarta.id - Kasus COVID-19 di Jakarta terus melejit. Tak cuma menyerang orang dewasa, banyak balita juga terpapar COVID-19.

Balita positif COVID-19 biasanya mengalami sejumlah gejala. Seperti demam, kelelahan, tidak nafsu makan, sampai sakit kepala.

Melalui akun Instagram resminya, @dkijakarta, Pemprov DKI Jakarta memberikan pedoman isolasi mandiri pada anak di rumah.

"Infografik menyadur dari dr. @yovitaananta - Dokter Spesialis Anak Konselor Laktasi RS Pondok Indah," tulis akun tersebut dikutip SuaraJakarta.id, Kamis (1/7/2021).

Baca Juga: Balita di Bandung Terpapar Virus Corona Varian Delta

Sebelum isolasi mandiri, orang tua diminta berkonsultasi ke dokter apakah anaknya boleh isolasi mandiri di rumah atau harus dirawat di rumah sakit.

Jika anak diperbolehkan isolasi mandiri, berikut panduan isolasi mandiri pada anak yang bisa dilakukan oleh orang tua.

Langkah pertama, orang tua tidak panik dan menenangkan anak. Menjelaskan kepada sang anak kenapa harus isolasi, yakni agar orang lain tetap sehat.

Berikutnya, orang tua boleh mengauh anak. Namun bila orang tua negatif, maka usahakan hindari paparan air liur dan cairan tubuh lain, serta hindari mencium.

Ketiga, bila anak sudah mandiri, maka carikan aktivitas yang dapat dikerjakan oleh anak itu sendiri.

Baca Juga: Mengerikan! 1 dari 8 Kasus COVID-19 Indonesia Menyerang Anak-anak, Banyak Balita Meninggal

Terakhir, bila di rumah terdapat balkon/teras, lakukan aktivitas di luar ruangan untuk mengganti suasana.

Load More