SuaraJakarta.id - Pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Jawa dan Bali. Langkah ini guna menekan kasus COVID-19 di Indonesia.
Dalam PPKM Darurat, ada sejumlah regulasi yang dikeluarkan. Diantaranya penyekatan jalan, pembatasan mobilitas, penutupan sementara mall atau pusat perbelanjaan, dan restoran atau rumah makan hanya boleh layani delivery/take away.
PPKM Darurat di Jawa dan Bali telah berlaku sejak, Sabtu (3/7/2021), hingga 20 Juli mendatang.
Penerapan PPKM Darurat dikeluhkan sejumlah pihak. Salah satunya para driver ojek online (ojol). Mereka mengeluhkan pendapatan yang menurun drastis.
Salah satunya dikeluhkan Suhendi. Warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ini menyebut pendapatan menurun drastis hingga 50 persen selama PPKM Darurat diberlakukan.
"Biasanya bisa dapat 10 orderan sampai malam, karena ada PPKM Darurat cuma dapat setengahnya. Ini juga dampak restoran pada tutup lebih awal, orderan otomatis berkurang,” tuturnya kepada SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Rabu (7/7/2021).
Di samping itu, Suhendi yang telah lebih dari lima tahun bekerja sebagai ojol, menyebut menurunnya pendapatan dikarenakan juga dampak dari perkantoran yang diwajibkan menerapkan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah bagi pegawainya.
Khususnya perkantoran yang bergerak di luar bidang esensial dan kritikal. Penerapan WFH 100 persen bagi kantor di luar dua sektor itu, membuat orderan menurun tajam.
"Dampak perkantoran ditutup juga ada. Yang biasanya driver bawa penumpang, jadi turun orderannya karena kantor tutup," ungkapnya.
Baca Juga: Viral Bentrok Ojol vs Debt Collector, Polisi Turun Tangan
Takut Tertular
Suhendi mengungkapkan, dirinya turut merasa khawatir takut terpapar di tengah melonjaknya kasus COVID-19 di Jakarta. Namun dirinya merasa dilema.
Sebab, selama ini mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan istri dan dua anaknya, hanya dari ojol. Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan bantuan sosial (bansos) kepada para ojol yang terdampak PPKM Darurat.
"Ya sebenarnya ada perasaan ngeri juga, takut tertular. Tapi mau gimana lagi, kalau tidak narik dapur gak ngebul. Bukannya kita gak mau ikutin PPKM Darurat dari pemerintah, tapi kalau tidak narik gak dapat duit," tuturnya.
"Ya harapannya pemerintah kalau bikin aturan harus ada solusinya juga. Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah, paling tidak ada pembagian BST (bantuan sosial tunai) lah (seperti di awal tahun)," pungkasnya.
Ojol Boleh Angkut Penumpang
Berita Terkait
-
Pelaku Penendang Perempuan di Senayan City Ditangkap, DPR: Jangan Ada Keistimewaan!
-
Pelaku Pelecehan di Palmerah Sudah Beraksi Berulang Kali! Korban Banyak Anak di Bawah Umur
-
Mengapa Wajah Pelaku Penendangan di Senayan City Diblur Polisi? Ini Penjelasan Polda Metro
-
Bukan Pengaruh Alkohol! Pria Tendang Perempuan di Mal Senayan City Dalam Kondisi Sadar
-
Bukan Kader Partai! Polisi Ungkap Identitas Pria yang Tendang Perempuan di Mal Senayan City
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga
-
RUU Profesi Kurator Resmi Masuk Pembahasan, DPR Ajak PERKAPI Rombak Aturan Kepailitan
-
2 Susu Kambing Etawa Populer, Mana yang Lebih Cocok untukmu?
-
BRI Perkuat Sinergi Pemerintah untuk Perluas Pembiayaan Perumahan Rakyat
-
Menteri Pertahanan Tinjau Isi Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi, Wartawan Dilarang Masuk