SuaraJakarta.id - Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sangat berpengaruh bagi para pedagang pasar. Mereka yang tidak berjualan kebutuhan pokok seperti logistik atau bahan makanan terpaksa menutup kios sejak aturan tersebut resmi berjalan pada Sabtu (3/7/2021) lalu.
Suara.com berjumpa seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pemilik kios Sinar Bintang Barokah itu terpaksa menutup kios miliknya yang berada di lantai satu Pasar Senen sejak awal PPKM Darurat berlaku.
Kios Sinar Bintang Barokah telah dirintis Ardhi sejak tahun 2000. Selama rentan waktu selama itu, dia sehari-hari berjualan barang-barang seperti plakat, toga, stempel warna, bendera, medali, hingga seragam dalam bentuk satuan maupun grosir.
"Saya jualan dari tahun 2000. Dari dulu jualan kebutuhan plakat, piala, seragam dan lain-lain," ungkap Ardhi saat dijumpai Suara.com, Jumat (16/7/2021).
Baca Juga: Resmi! PPKM Darurat Diperpanjang hingga Akhir Juli 2021
Sejak kebijakan PPKM Darurat berlangsung, otomatis Ardhi harus rela menutup kios seluas 2 X 2 meter yang disewanya. Bahkan, sehari sebelum aturan tersebut berlaku, pihak pasar telah memberi imbauan pada pedagang non logistik atau bahan makanan untuk menutup kios untuk sementara waktu.
"Sudah ada imbauan dari pihak pasar, imbauan suruh tutup sampai tanggal 20 mendatang," sambungnya.
Atas fakta tersebut, pusing tentunya melanda Ardhi. Terpaksa dia harus memindahkan gelanggang jualannya ke dunia online. Hal itu ia tempuh agar roda ekonomi tetap berputar, meski hanya satu dua pelanggan saja yang memesan barang.
Hari ini, Ardhi sengaja datang ke kios lantaran ada pesanan yang masuk melalui julanan online. Karena semua barang dagangan berada di kios, maka Ardhi harus datang dan melakukan pengepakan barang di kios sebelum dikirim menggunakan ekspedisi.
"Nih sekarang saya ke kios karena mau ambil barang saja, karena ada yang pesan barang. Kalau tidak ada pesanan yang tidak ke kios, ngapain juga ke sini," ungkap dia.
Baca Juga: PPKM Darurat dan Omzet Turun, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Menjerit
Omzet Turun dan Pulangkan Karyawan
Berita Terkait
-
Arus Balik Lebaran 2025, 18 Ribu Pemudik Tiba di Stasiun Pasar Senen
-
Meluber di Stasiun Pasar Senen di Hari Puncak Arus Mudik, Okupansi Pemudik Tembus 107 Persen
-
Pantau Kelancaran Mudik Lebaran, AHY Kunjungi Stasiun Pasar Senen
-
Momen Setahun Sekali, Mudik Lebaran jadi Ladang Cuan Porter Stasiun
-
H-5 Lebaran, Stasiun Pasar Senen Mulai Dipadati Pemudik
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
-
Gawat! Mees Hilgers Terkapar di Lapangan, Ternyata Kena Penyakit Ini
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
Terkini
-
Dermaga Baru PIK: Gerbang Wisata Mewah ke Kepulauan Seribu, Ancol Terancam?
-
Pramono Mau Bikin Layanan Transjabodetabek, Pengamat: 60 Persen Warga Bakal Gunakan Angkutan Umum
-
Omzet UMKM di Jakarta Justru Menurun Jelang Lebaran, Ini Penyebabnya
-
Termasuk Pedagang Taman, Rano Karno Targetkan 500 Ribu Lapangan Kerja Baru di Jakarta
-
Rano Karno Sebut 6 Taman di Jakarta Bakal Buka 24 Jam, Ini Daftarnya